<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918</id><updated>2012-02-16T07:17:45.006-08:00</updated><category term='Agama'/><category term='Cerita Sholeh'/><category term='Renungan.'/><category term='Info.ku'/><category term='Renungan'/><title type='text'>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</title><subtitle type='html'>Dosen Komputer &amp;amp; Wirausahawan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-7163589691725833017</id><published>2010-08-22T04:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T04:48:10.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Yang Manakah Anda.... ?</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;strong&gt;Siapakah orang yang sibuk ?      &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil     pusing     akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai     kerajaan seperti kerajaan   Nabi Sulaiman a.s. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang manis senyumannya?     &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah     orang yang di timpa     musibah lalu dia kata &lt;em&gt;"Inna lillahi wainna illaihi     rajiuun."&lt;/em&gt; Lalu sambil     berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu     ini", sambil mengukir   senyuman. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang kaya?     &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan     apa yang ada dan   Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang miskin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan     nikmat yang ada   senantiasa menumpuk-numpukkan harta. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang rugi?     &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia     pertengahan namun     masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal   kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang paling cantik?     &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai     akhlak yang baik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling       luas?&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Orang yang     mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang     mati membawa amal     amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan   kemana mata memandang. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi     menghimpit? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang     yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang     mati tidak membawa   amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yang mempunyai akal? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang     menghuni surga kelak     karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk     menghindari siksa   neraka. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah orang yg bijak?     &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau     membuang tulisan ini     begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada     org lain untuk     dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran     dan pedoman kehidupan   sehari-hari. &lt;br /&gt;-------------    &lt;br /&gt;Sumber : RISMA-IB&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-7163589691725833017?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/7163589691725833017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/08/yang-manakah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7163589691725833017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7163589691725833017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/08/yang-manakah-anda.html' title='Yang Manakah Anda.... ?'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1757891108336581356</id><published>2010-04-27T05:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T05:03:28.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan.'/><title type='text'>Jadilah Kitab Walau Tanpa Judul</title><content type='html'>KH. Hilmi Aminuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="file:///C:/DOCUME%7E1/USUPSU%7E1.SI/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" /&gt;&lt;em&gt;Kun kitaaban mufiidan bila ‘unwaanan, wa laa takun ‘unwaanan bila  kitaaban&lt;/em&gt;. Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul.  Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.&lt;br /&gt;Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama  menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan  kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak  menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini  telah kehilangan &lt;em&gt;ruuhul jundiyah&lt;/em&gt;, yakni jiwa ksatria. Jundiyah  adalah karakter keprajuritan yang di dalamnya terkandung jiwa ksatria  sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan  kemerdekaan.&lt;span id="more-135"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat perjuangan (&lt;em&gt;hamasah jundiyah&lt;/em&gt;) adalah semangat untuk  berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, dan  gelar-gelar duniawi lainnya (&lt;em&gt;hamasah manshabiyah&lt;/em&gt;). Saat ini,  jiwa ksatria itu makin menghilang. Sebaliknya, muncul jiwa-jiwa kerdil  dan pengecut yang menginginkan otoritas, kekuasaan, dan jabatan, tetapi  tidak mau bertanggung jawab, apalagi berkurban. Yang terjadi adalah  perebutan jabatan, baik di partai politik, ormas, maupun pemerintahan.  Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan,  bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akibatnya, di negeri ini banyak  orang memiliki “judul”, baik judul akademis, judul keagamaan, judul  kemiliteran, maupun judul birokratis, yang tanpa makna. Ada judulnya,  tetapi tanpa substansi, tanpa isi, dan tanpa roh.&lt;br /&gt;Padahal, ada kisah-kisah indah dan heroik berbagai bangsa di dunia.  Misalnya, dalam &lt;em&gt;Sirah Shahabah&lt;/em&gt;, disebutkan bahwa Said bin Zaid  pernah menolak amanah menjadi gubernur di Himsh (Syria). Hal ini membuat  Umar bin Khattab RA mencengkeram leher gamisnya seraya menghardiknya,  “Celaka kau, Said! Kau berikan beban yang berat di pundakku dan kau  menolak membantuku.” Baru kemudian, dengan berat hati, Said bin Zaid mau  menjadi gubernur.&lt;br /&gt;Ada lagi kisah lain, yaitu Umar bin Khattab memberhentikan Khalid bin  Walid pada saat memimpin perang. Hal ini dilakukan untuk menghentikan  pengultusan kepada sosok panglima yang selalu berhasil memenangkan  pertempuran ini. Khalid menerimanya dengan ikhlas. Dengan singkat, ia  berujar, “Aku berperang karena Allah dan bukan karena Umar atau  jabatanku sebagai panglima.” Ia pun tetap berperang sebagai seorang  prajurit biasa. Khalid dicopot “judul”-nya sebagai panglima perang.  Namun, ia tetap membuat “kitab” dan membantu menorehkan kemenangan.&lt;br /&gt;Ibrah yang bisa dipetik dari kisah-kisah tersebut adalah janganlah  menjadi judul tanpa kitab; memiliki pangkat, tetapi tidak menuai  manfaat. Maka, &lt;em&gt;ruuhul jundiyah &lt;/em&gt;atau jiwa ksatria yang penuh  pengorbanan harus dihadirkan kembali di tengah bangsa ini sehingga tidak  timbul hubbul manaashib, yaitu cinta kepada kepangkatan,  jabatan-jabatan, bahkan &lt;em&gt;munafasah ‘alal manashib&lt;/em&gt;,  berlomba-lomba untuk meraih jabatan-jabatan. Semoga.&lt;br /&gt;Sumber: Hikmah Republika, 26 April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1757891108336581356?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1757891108336581356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/jadilah-kitab-walau-tanpa-judul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1757891108336581356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1757891108336581356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/jadilah-kitab-walau-tanpa-judul.html' title='Jadilah Kitab Walau Tanpa Judul'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-5945675798602022425</id><published>2010-04-27T02:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T05:00:18.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan.'/><title type='text'>TAK JADI MENCURI TERONG</title><content type='html'>LALU ALLAH KARUNIAKAN UNTUKNYA&lt;br /&gt;SEORANG ISTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid jami' At-Taubah. Dia adalah sebuah mesjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di mesjid itu ada seorang syaikh pendidik (murabbi) yang alim dan mengamalkan ilmunya, namanya Syaikh Salim Al-Masuthi. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu ada pemuda yang tinggal di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak punya makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya dalam kondisi semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada di sampingnya. Hal ini memungkinkan orang pindah dari rumah pertama&lt;br /&gt;sampai rumah terakhir dengan berjalan di atas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah ke rumah sebelah. Di situ dia melihat para wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah di masa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah ada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada di situ. Di lihatnya sebuah terong besar dan telah dimasak. Lalu dia ambil satu, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada di tangannya dan saat dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia berakta, 'Audzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di mesjid, pantaskah aku masuk ke rumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?' Dia merasa bahwa ini adalah kesalahan besar, lalu dia menyesal dan beristighfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada di tanganny:a. Akhirnya dia pulang kembali ke tempatnya semula. Lalu dia masuk ke dalam mesjid dan duduk mendengarkan syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia hampir tidak bisa memahami apa yang dia dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tak ada perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan syaikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggillah ia dan syaikh itu bertanya, Apakah kamu sudah menikah?', dijawab, 'Belum,'. Syaikh itu bertanya lagi, 'Apakah kau ingin menikah?'. Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya, Akhirnya pemuda itu angkat bicara, 'Ya Syaikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?'. Syaikh itu menjawab, Wanita ini datang membawa kabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini, bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin', kata syaikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokan. Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya, 'Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya?'. Pemuda itu menjawab, 'Ya'. Kemudian syaikh bertanya kepada wanita itu, 'Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?', ia menjawab, 'Ya'. Maka syaikh itu memanggil pamannya dan mendatangkan dua saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, 'Peganglah tangan isterimu!' Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya ke rumahnya. Setelah keduanya masuk ke dalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa ternyata rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang isteri bertanya, 'Kau ingin makan?', 'Ya jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci di dapurnya. Saat melihat buah terong di dalamnya dia berkata: 'Heran, siapa yang masuk ke rumah dan menggigit terong ini?!'. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya. Isterinya berkomentar, 'Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan kepadamu rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu'.( Diceritakan oleh Syaikh Ali At-tanthawi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-5945675798602022425?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/5945675798602022425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/tak-jadi-mencuri-terong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5945675798602022425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5945675798602022425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/tak-jadi-mencuri-terong.html' title='TAK JADI MENCURI TERONG'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1912053565224079127</id><published>2010-04-25T18:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T19:24:58.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>SEPIRING NASI</title><content type='html'>Pada malam itu, Anna bertengkar dengan&lt;br /&gt;ibunya. Karena sangat marah, Anna&lt;br /&gt;segera meninggalkan rumah tanpa membawa&lt;br /&gt;apapun. Saat berjalan di suatu&lt;br /&gt;jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali&lt;br /&gt;tidak membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati&lt;br /&gt;sebuah kedai nasi dan ia mencium&lt;br /&gt;harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali&lt;br /&gt;memesan sepiring nasi, tetapi ia&lt;br /&gt;tidak mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Anna berdiri cukup lama&lt;br /&gt;di depan kedainya, lalu&lt;br /&gt;berkata: "Nona, apakah engkau ingin memesan&lt;br /&gt;sepiring nasi?" "Ya, tetapi,&lt;br /&gt;aku tidak membawa uang" jawab Anna dengan&lt;br /&gt;malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab&lt;br /&gt;si pemilik kedai. "Silakan&lt;br /&gt;duduk, aku akan memasakkan nasi untukmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu&lt;br /&gt;mengantarkan sepiring nasi. Anna&lt;br /&gt;se gera makan beberapa suap, kemudian air&lt;br /&gt;matanya mulai berlinang. "Ada apa&lt;br /&gt;nona?" tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa"&lt;br /&gt;aku hanya terharu jawab Anna&lt;br /&gt;sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun&lt;br /&gt;memberi aku sepiring nasi !&lt;br /&gt;Tetapi... ibuku sendiri, setelah bertengkar&lt;br /&gt;denganku, mengusirku dari rumah&lt;br /&gt;dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali&lt;br /&gt;lagi. Kau, seorang yang baru&lt;br /&gt;kukenal, tetapi begitu peduli denganku&lt;br /&gt;dibandingkan dengan ibu kandungku&lt;br /&gt;sendiri" katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan&lt;br /&gt;Anna, menarik nafas panjang&lt;br /&gt;lalu berkata: "Nona, mengapa kau berpikir seperti&lt;br /&gt;itu? Renungkanlah hal ini,&lt;br /&gt;aku hanya memberimu sepiring nasi dan kau&lt;br /&gt;begitu terharu. Ibumu telah&lt;br /&gt;memasak&lt;br /&gt;nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini,&lt;br /&gt;mengapa kau tidak&lt;br /&gt;berterima kasih kepadanya? Dan kau malah&lt;br /&gt;bertengkar dengannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa&lt;br /&gt;aku tidak berpikir tentang hal&lt;br /&gt;itu? Untuk sepiring nasi dari orang yang baru&lt;br /&gt;kukenal, aku begitu&lt;br /&gt;berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg&lt;br /&gt;memasak untukku selama&lt;br /&gt;bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan&lt;br /&gt;kepedulianku kepadanya. Dan&lt;br /&gt;hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar&lt;br /&gt;dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna segera menghabiskan nasinya, lalu ia&lt;br /&gt;menguatkan dirinya untuk segera&lt;br /&gt;pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia&lt;br /&gt;memikirkan kata-kata yg harus&lt;br /&gt;diucapkan kepada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia&lt;br /&gt;melihat ibunya berwajah letih dan&lt;br /&gt;cemas. Ketika bertemu dengan Anna, kalimat&lt;br /&gt;pertama yang keluar dari mulutnya&lt;br /&gt;adalah "Anna, kau sudah pulang. Cepat&lt;br /&gt;masuklah, Ibu telah menyiapkan makan&lt;br /&gt;malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur.&lt;br /&gt;Makanan akan dingin jika kau tidak&lt;br /&gt;memakannya sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Ana tidak dapat menahan&lt;br /&gt;tangisnya. Ia pun menangis di&lt;br /&gt;pelukan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat&lt;br /&gt;berterima kasih kepada orang lain di&lt;br /&gt;sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang&lt;br /&gt;diberikan kepada kita.&lt;br /&gt;Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan&lt;br /&gt;kita, khususnya orang tua kita,&lt;br /&gt;kita harus ingat bahwa kita berterima kasih&lt;br /&gt;kepada mereka seumur hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1912053565224079127?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1912053565224079127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/sepiring-nasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1912053565224079127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1912053565224079127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/sepiring-nasi.html' title='SEPIRING NASI'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-7643056113787829378</id><published>2010-04-04T02:06:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T02:10:00.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MENDUSTAKAN NI'MAT ALLOH</title><content type='html'>Oleh &lt;b&gt;H.Usep Romli HM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membahagiakan dan menyejahterakan kehidupan manusia di muka bumi, Allah SWT menurunkan rahmat dan nikmat tidak terkira. Baik yang berifat material, seperti mineral, air, flora, fauna, dan sebagainya, maupun yang bersifat immaterial, seperti kesehatan, kesegaran, harapan, cita-cita, dan banyak lagi yang menyatu dengan tubuh, lingkungan sosial, lingkungan alam dan sebagainya.&lt;br /&gt;Semua itu tidak akan dapat dihitung satu persatu. Bahkan Allah SWT menantang manusia untuk menghitung segala nikmat anugrahNya, namun tidak akan mampu menghitungnya (Q.s.Ibrahim : 34). Sedangkan di dalam Q.s.ar Rahman terdapat 30 kali pertanyaan, tentang nikmat karunia Allah SWT apalagi yang manusia dustakan. Dan dalam Q.s.al Infithar : 6-8, Allah SWT mempertanyakan kepada manusia, apa yang telah memperdayakan mereka sehingga berbuat durhaka terhadap Allah Yang Maha Pemurah ? Yang telah menciptakan manusia, menyempurnakan dan menyusun bentuk serta fungsi tubuh yang seimbang.&lt;br /&gt;Memang hanya sedikit manusia yang bersyukur (Q.s.al Muluk : 23). Selebihnya menolak dan membohongkan nikmat-nikmat tersebut, dengan berbagai sikap dan tindakan yang ingkar dari ketakwaan kepada Allah SWT. Tidak melaksanakan segala perintahNya, sekaligus melanggar segala laranganNya.&lt;br /&gt;Padahal bagi individu-individu takwa (muttaqien), Allah SWT menyediakan jaminan kemudahan, membuka jalan ke luar dari berbagai kesulitan, memberi rizki tanpa hitungan, serta mencukupi segala kebutuhannya (Q.s.ath Thalaq : 2-3). Apabila para muttaqien tersebut, membentuk komunitas bangsa, jaminan itu diperluas dengan dibukakannya pintu berkah dari langit dan bumi (Q.s.al A'raaf : 96). Dari langit tercurah hujan yang menyuburkan tanah, tanaman dan ternak yang bermanfaat bagi manusia. Dari bumi muncul tumbuh-tumbuhan, minyak, serta zat-zat berharga lainnya yang juga memakmurkan sosial-ekonomi bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Tapi mengapa sekarang, dari langit turun hujan pembawa banjir, longsor, pemyakit serta bencana lain ? Dari bumi muncul gempa, lahar, lumpur panas dan aneka macam sumber derita ? Karena pada ayat itu juga, dinyatakan, manusia mendustakan nikmat Allah SWT, sehingga kepada mereka dikenakan siksa sesuai dengan perbuatannya itu.&lt;br /&gt;Secara garis besar, perbuatan manusia yang melanggar larangan Allah SWT, mengandung kebohongan atas nikmat karuniaNya, dapat dirangkum dalam beberapa jenis yang kini sudah dianggap rutin dan biasa. Antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Pembunuhan. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan nyawa orang lain, nyaris sudah tidak dianggap dosa besar. Mungkin karena hukuman di dunia terlalu ringan. Serta tidak mengetahui hukuman di akhirat kelak. Allah SWT melarang keras seseorang melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Pelaku pembunuhan diancam hukuman masuk neraka jahannam. Kekal di dalamnya, ditambah kemurkaan dan kutukanNya, serta tambahan azab yang besar (Q.s.an Nisa : 93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Meninggalkan shalat. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara hamba beriman dan yang musyrik (menyekutukan Allah) adalah menggalkan shalat (Hadits sahih riwayat Muslim). Generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, akan menemui kesesatan (Q.s. Maryam : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Zina.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT melarang mendekati zina, karena merupakan perbuatan keji dan jalan terburuk (Q.s.Isra : 32). Dampak dari perzinaan sangat banyak. Selain menimbulkan penyakit menular di antara para pelaku dan orang lain yang tidak berdosa, seperti HIV/AIDS, zina juga merusak tatanan genetika dan tatanan hidup manusia beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Berbuat zalim.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pribadi-pribadi yang berbuat zalim kepada sesama mahluk -- manusia, hewan, tumbuhan, alam sekitar -- akan mendapat azab yang amat pedih (Q.s.asy Syura : 42). Apabila pribadi-pribadi zalim itu menjadi komunitas bangsa dan negara, akan menjadi sumber kehancuran bangsa dan negara tersebut. Allah SWT akan menghancurkan suatu negara, jika penduduknya berlaku zalim. Zalim terhadap diri masing-masing, kepada sesama mahluk, dan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.Korupsi.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang korup, berkhianat terhadap hak milik umat, pada hari Kiamat akan datang dengan membawa segala apa yang ia korupsi (Q.s.Ali Imran : 16). Nabi Muhammad Saw, menyatakan, Allah SWT tidak menerima shalat seseorang tanpa wudlu, dan bukanlah sadaqah jika hartanya (yang disedekahkan) dari hasil korupsi (hadits sahih riwayat Imam Muslim). Hadits lain meriwayatkan, Nabi Saw menolak menyalatkan mayat seorang korban Perang Khaibar, karena telah melakukan korupsi. Ketika diperiksa, ternyata ia menyembunyikan batu marjan senilai dua dirham (riwayat Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Kesaksian palsu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kini, kesaksian palsu berikut segala bentuk turunannya (sumpah palsu, rekayasa perkara, pembentukan opini publik untuk tujuan tertentu,dlsb) sudah sangat lumrah terjadi di mana-mana, di segala tempat, waktu dan tingkatan. Padahal kesaksian palsu setara dengan menyekutukan Allah SWT (hadits riwayat Turmudzi). Allah SWT melarang mendekati berhala-berhala yang najis, dan perkataan dusta (Q.s. al Hajj : 30). Orang yang berlebih-lebihan (dalam berkata) dan pembual, tidak akan mendapat petunjuk (Q.s.al Mu'min : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.Bunuh diri.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konflik dan tekanan yang menimpa seseorang, membuat nekad menghabisi nyawa sendiri. Bunuh diri. Seolah-olah bunuh diri menjadi jalan keluar terbaik untuk mengatasi problema kehidupan. Padahal setelah kematiannya, ia akan menghadapi masalah lain yang lebih berat. Masuk neraka (Q.s.an Nisa : 29-31). Menurut sebuah hadits, yang bunuh diri dengan sesuatu, maka pada Hari Kiamat, Allah SWT akan mengazabnya dengan alat yang ia gunakan untuk bunuh diri (sahih Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.Mengurangi ukuran.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ancaman neraka Wail ditimpakan kepada orang-orang yang curang dalam berdagang, dengan memalsu ukuran. Memperbesar ketika membeli, dan memperkecil ketika menjual. Seolah-olah merasa aman-aman saja dari pertanggungjawaban di akhirat kelak (Q.s.al Muthaffifin : 1-6). Umat Nabi Syu'aib di Madyan dan Aikah mengalami kehancuran, karena kebiasaan mereka mempermainkan ukuran (Q.s.al A’raaf : 88-91)&lt;br /&gt;Banyak di antara kaum Muslimin melakukan perbuatan-perbuatan di atas, pertama-tama karena kekurangan pengetahuan terhadap ajaran dan hukum Islam. Sehingga menganggap segala perbuatan hanya akan selesai selama hidup di dunia saja. Tanpa perhitungan di akhirat. Untuk mengatasinya, perlu pembelajaran terus-menerus, di samping memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penulis, guru mengaji di pedesaan Cibiuk, Garut.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pembimbing Haji&amp;amp;Umroh Megacitra Kota Bandung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini telah dimuat di “Pikiran Rakyat” Nopember&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-7643056113787829378?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/7643056113787829378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/mendustakan-nimat-alloh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7643056113787829378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7643056113787829378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/mendustakan-nimat-alloh.html' title='MENDUSTAKAN NI&apos;MAT ALLOH'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1535720563075971559</id><published>2010-04-04T01:06:00.001-07:00</published><updated>2010-04-04T01:06:43.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sholeh'/><title type='text'>Andaikata Lebih Panjang Lagi</title><content type='html'>In ah sang tum ah sang tum li anfusikum  wa in asa’ tum  falaHa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula." (surat Al Isra':7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diambil pada zaman Rossululloh  SAW;&lt;br /&gt;Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rosulullah berkata,"tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?" Istrinya menjawab, saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal" "Apa yang di katakannya?" "saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong." "Bagaimana bunyinya?" desak Rosulullah. Istri yang setia itu menjawab, "suami saya mengatakan "Andaikata lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru.... andaikata semuanya...."&lt;br /&gt;hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?" Rosulullah tersenyum."sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,"ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya begini. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum'at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata "andaikan lebih panjang lagi". Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan lainnya ya Rosulullah?"tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab,"adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, ditepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, "Coba andaikan yang masih yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi".Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?" tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,"ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba- tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ' kalau aku tahu begini hasilnya,&lt;br /&gt;musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda. Memang begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain.&lt;br /&gt;Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga akan menimpa kita sendiri.Karena itu Allah mengingatkan: "kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula." (surat Al Isra':7)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1535720563075971559?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1535720563075971559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/andaikata-lebih-panjang-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1535720563075971559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1535720563075971559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/andaikata-lebih-panjang-lagi.html' title='Andaikata Lebih Panjang Lagi'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1715644128994064032</id><published>2010-04-04T01:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T01:04:04.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sholeh'/><title type='text'>SAKIT MATA SEMBUH DENGAN WUDLU</title><content type='html'>Suatu hari Junaid Al-Banghdadi sakit mata. Ia diberitahu oleh seorang tabib, jika ingin cepat sembuh jangan sampai matanya terkena air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tabib itu pergi, ia nekad berwudhu membasuh mukanya untuk sholat kemudian tidur. Anehnya, sakit matanya malah menjadi sembuh. Saat itu terdengar suara "Junaid menjadi sembuh matanya kerana ia lebih ridha kepada-Ku". Seandainya ahli neraka minta kepada-Ku dengan semangat Junaid niscaya Aku luluskan permintaannya." Kata suara itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabib yang melihat mata Junaid sembuh itu menjadi keheranan, "Apa yang telah engkau lakukan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku telah membasuh muka dan mataku kemudian sholat", ujarnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabib itu memang beragama Nashrani, dan setelah melihat peristiwa itu, dia beriman. "Itu obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang menciptakan obatnya. Aku ini sebenarnya yang sakit mata hatiku, dan Junaidlah tabibnya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1715644128994064032?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1715644128994064032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/sakit-mata-sembuh-dengan-wudlu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1715644128994064032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1715644128994064032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/sakit-mata-sembuh-dengan-wudlu.html' title='SAKIT MATA SEMBUH DENGAN WUDLU'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-5091994310275602649</id><published>2010-04-03T17:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T17:18:55.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Riya dan Sum’ah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muchlisin.blogspot.com/2010/04/riya-dan-sumah-1.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7bCwpIFBbI/AAAAAAAABFE/jhGQ6wMcVdY/s1600/riya+dan+sumah.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455762139535181234" src="http://4.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7bCwpIFBbI/AAAAAAAABFE/jhGQ6wMcVdY/s200/riya+dan+sumah.bmp" style="float: left; height: 104px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyakit  hati&lt;/span&gt; yang tidak hanya menimpa orang umum tetapi juga kader  dakwah adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riya dan sum’ah&lt;/span&gt;.  Melalui rubrik &lt;a href="http://muchlisin.blogspot.com/search/label/Tazkiyatun%20Nafs"&gt;tazikyatun  nafs&lt;/a&gt; ini, &lt;a href="http://muchlisin.blogspot.com/"&gt;Bersama Dakwah&lt;/a&gt;  mencoba mengetengahkan pembahasan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;riya  dan sum’ah&lt;/span&gt; mulai dari definisi riya dan sum’ah, faktor penyebab,  dampak buruk, fenomena riya dan sum’ah, sampai kiat mengatasinya. Insya  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Riya secara  Etimologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;riya&lt;/span&gt;  berasal dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ru’yah&lt;/span&gt;, yang  artinya menampakkan. Dikatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arar-rajulu&lt;/span&gt;,  berarti seseorang menampakkan amal shalih agar dilihat oleh manusia.  Makna ini sejalan dengan firman Allah SWT:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“…Orang-orang yang berbuat riya dan enggan  menolong dengan barang berguna.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Maa’uun : 6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“… dengan rasa angkuh dan dengan maksud  riya kepada manusia.”&lt;/span&gt; (QS. Al-Anfal : 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Riya secara Terminologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian  riya secara istilah/terminologi adalah sikap seorang muslim yang  menampakkan amal shalihnya kepada manusia lain secara langsung agar  dirinya mendapatkan kedudukan dan/atau penghargaan dari mereka, atau  mengharapkan keuntungan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian  Sum’ah secara Etimologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sum’ah&lt;/span&gt; berasal dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kata  samma’a&lt;/span&gt; (memperdengarkan). Kalimat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;samma’an naasa bi ‘amalihi&lt;/span&gt; digunakan jika seseorang  menampakkan amalnya kepada manusia yang semula tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Sum’ah secara Terminologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian  sum’ah secara istilah/terminologi  adalah sikap seorang muslim yang  membicarakan atau memberitahukan amal shalihnya -yang sebelumnya tidak  diketahui atau tersembunyi- kepada manusia lain agar dirinya mendapatkan  kedudukan dan/atau penghargaan dari mereka, atau mengharapkan  keuntungan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani  mengetengahkan pendapat Izzudin bin Abdussalam yang membedakan antara  riya dan sum’ah. Bahwa riya adalah sikap seseorang yang beramal bukan  untuk Allah; sedangkan sum’ah adalah sikap seseorang yang menyembunyikan  amalnya untuk Allah, namun ia bicarakan hal tersebut kepada manusia.  Sehingga, menurutnya semua riya itu tercela, sedangkan sum’ah adalah  amal terpuji jika ia melakukannya karena Allah dan untuk memperoleh  ridha-Nya, dan tercela jika dia membicarakan amalnya di hadapan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  Al-Qur’an Allah telah memperingatkan tentang sum’ah dan riya ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah  kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan  menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan  hartanya karena riya kepada manusia…”&lt;/span&gt; (QS. Al-Baqarah : 264)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW juga memperingatkan dalam haditsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa yang berlaku sum’ah maka akan  diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka  akan dibalas dengan riya.&lt;/span&gt; (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlakukan  dengan sum’ah oleh Allah maksudnya adalah diumumkan aib-aibnya di  akhirat. Sedangkan dibalas dengan riya artinya diperlihatkan pahala  amalnya, namun tidak diberi pahala kepadanya. Na’udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan tentang kekhawatirannya atas  umat ini terhadap riya yang akan menimpa mereka. Riya yang tidak lain  merupakan syirik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya  yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat  bertanya, “Apa yang dimaksud dengan syirik kecil itu, wahai  Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Riya.” “Allah akan berfirman pada  hari kiamat nanti ketika Ia memberi ganjaran amal perbuatan hamba-Nya,  ‘Pergilah kalian kepada orang yang kalian berlaku riya terhadapnya.’  Lihat Apakah kalian memperoleh balasan dari mereka?” Kemudian Rasulullah  mendengar seseorang membaca dan melantunkan dzikir dengan suara yang  keras. Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya dia amat taat kepada Allah.”  Orang tersebut ternyata Miqdad bin Aswad.&lt;/span&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  riya dan sum’ah akan membawa petaka di akhirat. Namun, tidak semua yang  diperdengarkan berarti sum’ah. Dalam hal ini suara dzikir Miqdad bin  Aswad tidak dikategorikan demikian. Karena riya dan sum’ah adalah  penyakit hati, maka perbuatan fisik yang sama bukan berarti berangkat  dari hati/niat yang sama. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung  ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riya dan Sum'ah (2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muchlisin.blogspot.com/2010/04/riya-dan-sumah-1.html" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;f08187e8f5170f1bc77dc80d1c9c7f6c&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://muchlisin.blogspot.com/2010/04/riya-dan-sumah-1.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-5091994310275602649?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/5091994310275602649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/riya-dan-sumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5091994310275602649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5091994310275602649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/04/riya-dan-sumah.html' title='Riya dan Sum’ah'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lLTNuSLRkEU/S7bCwpIFBbI/AAAAAAAABFE/jhGQ6wMcVdY/s72-c/riya+dan+sumah.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-2949230557219170575</id><published>2010-03-30T05:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T05:17:00.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jodoh &amp; Waktu</title><content type='html'>Assalamu alaikum sahabat sahabat MHC tersayang...&lt;br /&gt;ada sebuah cerita semoga bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;Sumber : GRUP KONTAK JODOH ISLAMI ( GAOS FIRDAUS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah disuatu pulau kecil, tinggalah berbagai macam benda2 abstrak; ada jodoh, kesedihann, kekayaan, kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dg baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suatu ketika, datanglah badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba2 naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. jodoh sangat kebingungan sebab ia tdk bs berenang dan tdk mempunyai perahu.&lt;br /&gt;Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air lautpun mulai naik membasahi kaki jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklama kemudian, jodoh melihat kekayaana sedang mendayung perahu. "kekayaan..kekayaan tolong aku!" teriak jodoh. "Aduh! maaf jodoh"! kata kekayaan. "perahuku penuh dg harta bendaku.&lt;br /&gt;Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahuku tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kekayaan cepat2 pergi mendayung perahunya. Jodoh sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dg perahunya. "kegembiraan...tolong aku!", teriak jodoh. Namun kegembiraan terlalu gembira krn ia bs selamat sehingga ia tdk mendengar teriakan jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air makin tinggi membasahi jodoh sampai kepinggang dan jodohpun semakin panik. Tak lama kemudian lewatlahlah kecantikan. "Kecantikan..bawalah aku bersamamu!", teriak jodoh. "Wah jodoh km basah dan kotor, aku tk bs membawamu. Nanti kamu mengotori perahuku yg indah ini" sahut kecantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jodoh merasa sedih kali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu”, kata Jodoh. “Maaf, Jodoh. Aku sedang sedih dan aku ingin sendiri saja…” kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Jodoh putus asa. Ia merasakan air makin naik dan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “Jodoh! Mari cepat naik ke perahunku!” Jodoh menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Jodoh naik perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Jodoh dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Jodoh sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Jodoh segera menanyakan kepada seorang penduduk dipulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu. “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Jodoh heran. “sebab”, kata orang itu, “engkau telah berusaha sedemikian rupa, dan hanya Waktu lah yang akan menjawab siapa dan dimana Jodoh itu berada…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli : cinta dan waktu&lt;br /&gt;Submited by: StevenWidya@yahoo.co.uk&lt;br /&gt;disarikan oleh: KONTAK JODOH ISLAMI&lt;br /&gt;di estafet di MUTIARA HATI &amp;amp; CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bs memetik pelajaran dari cerita pendek tsb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-2949230557219170575?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/2949230557219170575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/jodoh-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2949230557219170575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2949230557219170575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/jodoh-waktu.html' title='Jodoh &amp; Waktu'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-2385629075318077081</id><published>2010-03-29T16:52:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T16:52:39.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Wirid sesudah Sholat Wajib</title><content type='html'>Ada sebagian muslim bilamana selesai mengerjakan sholat lima waktu  langsung meninggalkan tempat sholatnya lalu berdiri untuk segera kembali  meneruskan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kesibukan  duniawinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. &lt;/span&gt;Mereka  tidak menyempatkan diri untuk berhenti sejenak membaca wirid ataupun  bacaan-bacaan yang sesungguhnya dianjurkan dan dicontohkan Nabi Muhammad  shollallahu ’alaih wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal terdapat banyak variasi  wirid yang dicontohkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam  selepas beliau mengerjakan sholat lima waktu. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ  النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ  كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ  لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ  وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa  sallam selesai dan salam dari sholat beliau mengucapkan: ”Tiada tuhan  yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu  bagiNya. BagiNya segala puji dan bagiNya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas  segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau  berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Kekayaan  seseorang tidak berguna dari ancamanMu.”&lt;/span&gt; (HR Bukhary 3/348)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya  dari wirid di atas ada tiga poin penting yang mengandung pengokohan  kembali iman seseorang.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="fullpost"&gt;ia mengokohkan pengesaannya akan Allah subhaanahu wa  ta’aala. Ia memperbaharui&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tauhid-nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, keimanannya bahwa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;hanya ada satu ilah di  jagat raya ini dan bahwa ilah tersebut tidak memiliki sekutu apapun  bersamaNya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;,  ia mengokohkan keyakinannya bahwa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;sesungguhnya rezeqi seseorang sepenuhnya telah  ditakar dan ditentukan terlebih dahulu oleh Allah subhaanahu wa ta’aala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt; Sehingga pembaharuan keyakinan ini  akan membuat dirinya tetap rajin namun tidak ngoyo dalam mengejar  rezeqi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, ia bahkan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;membebaskan dirinya dari faham materialisme.&lt;/span&gt;  Suatu faham yang menganggap bahwa banyak-sedikitnya materi menentukan  mulia-hinanya seseorang. Padahal sekaya apapun seseorang, maka  sesungguhnya kekayaannya itu tidak dapat membebaskan dirinya dari  ancaman serta siksaan Allah subhaanahu wa ta’aala bilamana ia tidak  memenuhi hak Allah untuk disembah dan diesakan. Allah subhaanahu wa  ta’aala bukanlah seperti kebanyakan fihak di dunia fana ini yang dengan  mudah bisa disuap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi jenis wirid yang biasa Nabi Muhammad  shollallahu ’alaih wa sallam kerjakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ  مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  أَخَذَ بِيَدِهِ يَوْمًا ثُمَّ قَالَ يَا مُعَاذُ إِنِّي لَأُحِبُّكَ  فَقَالَ لَهُ مُعَاذٌ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَنَا  أُحِبُّكَ قَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ  صَلَاةٍ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى&lt;br /&gt;ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ  وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari  sahabat Mu’adz radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah menggandeng tangnnya  dan bersabda: “Demi Allah, hai Mu’adz, sesungguhnya aku mencintaimu.”  Lalu beliau bersabda: “Aku berwasiat kepadamu hai Mu’adz, jangan kau  tinggalkan setiap selesai sholat ucapan: “Ya Allah, berilah pertolongan  kepadaku untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;berdzikir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; menyebut  namaMu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;syukur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kepadaMu dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; ‘ibadah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; yang baik untukMu.&lt;/span&gt;”(HR Ahmad 45/96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  yang rajin membaca wirid di atas selepas sholat lima waktu tentu akan  menjadi seorang mu’min yang senantiasa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;rendah hati &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;hanya bergantung kepada Allah subhaanahu wa  ta’aala. &lt;/span&gt;Sebab betapapun banyaknya aktivitas dzikir, bersyukur  dan ber-ibadahnya namun dengan penuh kesadaran ia terus memohon hanya  kepada Allah subhaanahu wa ta’aala untuk menjadikan dirinya selalu  sanggup mengerjakan ketiga perkara mulia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada  jenis wirid yang menurut Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bila  dikerjakan seorang muslim selepas sholat lima waktu akan menyebabkan  dirinya&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; terjamin  memperoleh ampunan Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;subhaanahu  wa ta’aala atas segenap dosanya betapapun banyaknya dosa yang ia  miliki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ  ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ  اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ  تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ  لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ (مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barangsiapa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;bertasbih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kepada Allah tigapuluh tiga kali setiap  selesai sholat lalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;bertahmi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;d kepada Allah  tigapuluh tiga kali dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;bertakbir &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kepada  Allah tigapuluh tiga kali maka itu adalah sembilanpuluh sembilan lalu  mengucapkan -sebagai penyempurna menjadi seratus- dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Tidak ada ilah selain  Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya  segenap puji-pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa, ” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;niscaya dosa-dosanya diampuni meskipun  seperti buih lautan.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;(HR Muslim 3/262)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun manusia  yang luput dari kesalahan dan dosa. Sehingga seorang muslim pastilah  sangat berhajat akan ampunan Allah subhanaahu wa ta'aala agar dirinya  selamat pada hari perhitungan kelak di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saudaraku,  sempatkanlah untuk membaca wirid-wird yang dianjurkan dan dicontohkan  Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selepas sholat lima waktu.  Jangan menjadi hamba dunia yang menyangka bahwa jika sudah selesai  sholat yang penting adalah segera kembali mengerjakan kesibukan  duniawinya. Padahal apalah artinya segenap dunia yang dikejar  dibandingkan dengan kebaikan yang dijanjikan Nabi Muhammad shollallahu  ’alaih wa sallam jika kita mau saja mengisi waktu sejenak selepas sholat  wajib harian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  &lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/wirid-sesudah-sholat-wajib.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/wirid-sesudah-sholat-wajib.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-2385629075318077081?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/2385629075318077081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/wirid-sesudah-sholat-wajib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2385629075318077081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2385629075318077081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/wirid-sesudah-sholat-wajib.html' title='Wirid sesudah Sholat Wajib'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-2795314259157692203</id><published>2010-03-29T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T05:36:55.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menjaga Semangat Dakwah</title><content type='html'>Assalamualaikum ustadz,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ane termasuk pndatang baru dalam dunia  dakwah, ilmu ane blum tinggi, tapi ane sudah tahu mengenai tuntutan  dakwah ini ustadz, bahwa setiap muslim adalah wajib untuk bisa  ber-amarma'ruf nahi munkar. Nah bagi orang yg sudah tahu kwjibanya, dan  ia meniggalkannya kan dosa (iya kan?). Nah dari situ timbul masalahnya,  ane tahu bahwa begitu luas medan dakwah dan bgitu terjalnya medan dakwah  serta sulitnya melewati rintangan-rintangan di dalamnya, itu yang  mendorong ane untuk terjun ke dunia dakwah, tapi ane belum punya dasar  yang kuat, hapalan surat sedikit, ilmu fiqih, hadist-hadist banyak yang  tidak tahu, terus ilmu manajemen organisasi juga kurang. Ane takut,  karena tidak bisa menghadapi itu, terus pilihan ane adalah mundur dari  dakwah (jangan sampai terjadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: bagaimana caranya  menjaga semangat dakwah itu? jazakallah ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waone&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumussalam  Wr Wb&lt;br /&gt;Da’wah atau menyeru kepada Allah swt merupakan sebuah  kewajiban berdasarkan firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ادْعُ إِلِى سَبِيلِ  رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي  هِيَ أَحْسَنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan  Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka  dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي  أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Katakanlah:  "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak  (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” (QS. Yusuf : 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya  : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada  kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;  merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Imran : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  da’i didalam melaksanakan kewajiban ini dituntut memiliki pengetahuan  tentang keagamaan yang baik agar da’wahnya tidak jatuh kedalam  kesalahan. Sebagaimana diketahui bahwa amal mengikuti ilmu dan ketika  suatu amal tidak dibangun diatas landasan ilmu maka kerusakan yang  ditimbulkannya akan lebih besar dari manfaat yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu seorang da’i diharuskan memahami pokok-pokok aqidah dan  keislamannya lalu tsaqofah fikriyah sebagai bekal didalam da’wahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Mustafa Masyhur menyebutkan bahwa ada tiga tsaqofah fikriyah yang harus  dimiliki seorang da’i :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami islam secara betul dan  menyeluruh yang memungkinkan dia dapat melaksanakan islam dengan  pelaksanakan yang benar terhadap dirinya, dan dengan itu pula dia dapat  menyampaikan islam dengan baik kepada orang lain. Dia mampu melaksanakan  islam dan menyampaikan secara total, murni dan orisinil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para  da’i mesti mengetahui kondisi dan situasi dunia islam dahulu dan  sekarang, mengenal musuh-musuh islam dan mengetahui cara dan  tindak-tanduknya. Dia juga harus mengetahui peristiwa-peristiwa aktual  yang mempengaruhi kondisi kaum muslimin dari dekat atau jauh. Mengetahui  siapakah golongan yang bekerja di bidang da’wah islam, kecenderungan  dan cara-cara mereka, bagamana bentuk kerja sama yang perlu dibuat  bersama-sama dengan mereka, dan persoalan-persoalan lain yang patut  diketahui oleh orang-orang yang aktif dalam gerakan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Para da’i harus menyampaikan untuk memantapkan spesialisasi ilmu yang  berkaitan dengan urusan hidup manusia seperti : ilmu kedokteran, teknik,  pertanian, ekonomi, perusahaan dan lain-lainnya. Oleh akrena itu bagi  seorang kader aqdah ia harus berusaha memperbaiki dan meningkatkan  spesialisasi ilmu yang dimilikinya secara professional agar dia mendapat  tempat dalam masyarakat dan dapat mengisi tempat-tempat kosong pada  saat kita membangun dan menegakkan daulah islamiyah. Patut di sini  disebutkan bahwa sebagian besar ilmu pengetahuan modern sekarang ini  telah dipelopori oleh para cendekiawan muslim zaman dahulu. Karena agama  islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu dan belajar serta dapat  menghubungkan ilmunya dengan al Kholik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya mustahil bagi  seseorang mencapai tingkat kesempurnaan didalam keilmuannya dikarenakan  luasnya ilmu Allah swt. Dengan begitu hendaklah setiap dai menyampaikan  apa-apa yang telah diketahuinya secara baik kepada orang-orang yang  belum mengetahuinya, dan inilah hakekat dari da’wah. Dan dilarang bagi  setiap da’i untuk menyampaikan sesuatu yang belum diketahui ilmunya  secara baik khawatir terjatuh didalam kasalahan berdasarkan keumuman  hadits Rasulullah saw,”Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.”  (HR. Bukhori) Satu ayat yang betul-betul diketahinya secara baik adalah  amanah yang ada di pundaknya untuk disampaikan kepada orang-orang yang  belum mengetahui satu ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun naik atau berkurangnya  semangat didalam sebuah amal islami adalah sesautu yang biasa  sebagaimana keimanan yang memiliki masa-masa naik dan masa-masa turun.  Akan tetapi yang tidak diperbolehkan adalah ketika hilang sama-sekali  semangat untuk beramal islami, sabda Rasulullah saw,”Setiap amal  mempunyai masa semangat (syirroh) dan setiap masa semangat terdapat pula  masa turun semangat (fatroh). Barangsiapa yang masa lemah semangatnya  masih berada pada sunnahku maka ia telah mendapat petunjuk. Dan  barangsiapa yang masa lemah semangatnya berada pada selainnya maka ia  celaka” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal-hal yang bisa digunakan didalam  menjaga semangat berdakwah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengetahui secara baik  akan keutamaan da’wah diantara aktivitas-aktivitas lainnya di sisi Allah  swt, sebagaimana firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا  مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ  الْمُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya  daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh,  dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?"  (QS. Fushilat : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Seandainya Allah  memberikan hidayah kepada seseorang melalui dirimu maka hal itu lebih  baik bagimu daripada onta merah.” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Menyadari bahwa Allah hanya memerintahkan kepada kita untuk menyampaikan  kepada manusia dan tidak membebankan kita agar mereka semua menerima  da’wah kita karena urusan hati manusia beada didalam genggaman Allah  swt, sebagaimana sabda,”Sesungguhnya hati manusia berada diantara dua  jemari dari jari jemari Yang Maha Pengasih dan Dia lah yang  membolak-balikkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :  “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang  kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang  dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau  menerima petunjuk.” (QS. Al Qoshosh : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah tidak akan  menyia-nyiakan setiap amal da’awiy seseorang meskipun hanya sedikit dari  manusia yang menerima dan menyambut da’wahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaklah  didalam menegakkan kewajiban berda’wah ini tidak sendirian akan tetapi  berada didalam suatu barisan atau jama’ah, bersama orang-orang yang  berjuang menegakkan agama Allah di muka bumi ini sepanjang pagi dan  petang, yang kehidupan mereka betul-betul diberikan untuk kejayaan islam  dan kaum muslimin, orientasi perjuangannnya adalah kebahagian akherat  bukan kenikmatan dunia yang sering kali menipu manusia. Sabda Rasulullah  saw,”Tangan Allah bersama jama’ah.” (HR. at Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  merekalah kita bisa berbagi perasaan suka dan duka didalam lapangan  da’wah yang menjadi bunga-bunganya yang kelak akan kita cium harumnya di  surga Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-2795314259157692203?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/2795314259157692203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/menjaga-semangat-dakwah_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2795314259157692203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2795314259157692203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/menjaga-semangat-dakwah_29.html' title='Menjaga Semangat Dakwah'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-8228133776283469380</id><published>2010-03-29T05:22:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T05:25:11.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sebab-Sebab Turunnya Rizki</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Takwa Kepada Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt juga berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Istighfar dan Taubat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tawakkal Kepada Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.&lt;br /&gt;- Silaturrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Sabda Nabi saw, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Infaq fi Sabilillah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah yang lain,artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Menyambung Haji dengan Umrah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Berbuat Baik kepada Orang Lemah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Serius di dalam Beribadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Sofwah( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-8228133776283469380?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/8228133776283469380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/sebab-sebab-turunnya-rizki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/8228133776283469380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/8228133776283469380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/sebab-sebab-turunnya-rizki.html' title='Sebab-Sebab Turunnya Rizki'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-2182592262394347987</id><published>2010-03-25T16:52:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T05:34:40.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Iblis tidak akan pernah rela</title><content type='html'>&lt;div&gt;Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat?  Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia  adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat  yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia  hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak  ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda  Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas  menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu",  tandas Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan  perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan  Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh  di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk  menuju sumber azan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang,  Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama  ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung  sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian ongkahan batu  itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari  mukanya yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang  membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan  perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok  lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu  (paman) hendak pergi kemana?". "Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi"  jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya,  "Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke  rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan  kemudian mengantarkannya kembali pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap  hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya  kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira,  karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah,  bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu  mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan  lelaki asing itu menjawab: "Apa yang paman inginkan dari namaku?", "Saya  ingin berdo'a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau  lakukan", jawab Abdullah. "Tidak usah" tegas lelaki itu. "Paman tidak  perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali  paman menanyai namaku" tegasnya. Abdullah terhentak dan terkejut atas  jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta  lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan  mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan  apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia  kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya.  "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, "Bagaimana  mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi  manusia untuk mengerjakan salat?" Iblis itu kemudian menjawab: "Engkau  masih ingat ketika dulu hendak melaksanak salat shubuh berjama'ah,  dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?". "Iya, aku  ingat" jawab Abdullah. "Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat,  bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau  engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah  dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke  Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh  lagi ketika berangkat ke Masjid"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah, ternyata Iblis tak pernah rela sedikitpun melihat hamba  Allah menjadi ahli ibadah. Terbukti semua cara ia tempuh, hingga ia tak  segan untuk menggunakan topeng kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sepenggal kisah sahabat diatas, tentu kita dapat mengambil  pelajaran dan memahami satu dari karakter Iblis, lalu bagaimana dengan  kita? masihkah berdiam diri, menunggu menjadi korban makhluk laknat itu,  atau kita mencoba melawan dengan memperbaiki diri dan terus mendekatkan  diri pada Ilahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat ini marilah kita bersama-sama istiqomah dalam melakukan amal  kebaikan, agar kita terhindar dari tipu daya iblis laknatullahalaih,  semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=4290330&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=373739349498&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=373739349498&amp;amp;id=214880657336"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs436.snc3/25111_392686042336_214880657336_4290330_3916071_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Gambar Hanya  Ilustrasi&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-2182592262394347987?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/2182592262394347987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/iblis-tidak-akan-pernah-rela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2182592262394347987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/2182592262394347987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/iblis-tidak-akan-pernah-rela.html' title='Iblis tidak akan pernah rela'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-6435292006475340088</id><published>2010-03-25T08:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T08:30:14.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Telpon Allah SWT</title><content type='html'>Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tekan 1 untuk 'meminta'.&lt;br /&gt;Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.&lt;br /&gt;Tekan 3 untuk 'mengeluh'.&lt;br /&gt;Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau....&lt;br /&gt;Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:&lt;br /&gt;"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar&lt;br /&gt;menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat&lt;br /&gt;respons seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,&lt;br /&gt;Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,&lt;br /&gt;Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,&lt;br /&gt;Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga &amp; neraka,&lt;br /&gt;silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga Anda mendengar ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini.&lt;br /&gt;Silakan mencoba kembali esok hari."&lt;br /&gt;atau...&lt;br /&gt;"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari&lt;br /&gt;Senin setelah pukul 9 pagi."&lt;br /&gt;Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya&lt;br /&gt;setiap saat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hanya perlu untuk memanggilnya *_kapan saja_* dan Dia *_mendengar&lt;br /&gt;Anda_*. Karena bila memanggil Allah, Anda *_tidak akan pernah_* mendapat&lt;br /&gt;nada *_sibuk_*. Allah *_menerima_* setiap panggilan dan mengetahui siapa&lt;br /&gt;*_pemanggilnya secara pribadi_*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: *_24434_*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 : shalat Subuh&lt;br /&gt;4 : shalat Zuhur&lt;br /&gt;4 : shalat Ashar&lt;br /&gt;3 : shalat Maghrib&lt;br /&gt;4 : shalat Isya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan&lt;br /&gt;nomor ini : *_28443483_*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 : shalat Subuh&lt;br /&gt;8 : Shalat Dhuha&lt;br /&gt;4 : shalat Zuhur&lt;br /&gt;4 : shalat Ashar&lt;br /&gt;3 : shalat Maghrib&lt;br /&gt;4 : shalat Isya&lt;br /&gt;8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)&lt;br /&gt;3 : Shalat Witir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim &amp;&lt;br /&gt;Hadist Rasul"&lt;br /&gt;*_&lt;br /&gt;_**_Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut&lt;br /&gt;biaya. _*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak&lt;br /&gt;terbatas dan seluruhnya *_buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari&lt;br /&gt;setahun_* !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.&lt;br /&gt;Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia&lt;br /&gt;terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya&lt;br /&gt;walau sebanyak buih laut"&lt;br /&gt;*7 Kalimah ALLAH:*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengucap "*Bismillah*" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;2. Mengucap "* Alhamdulillah*" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;3. Mengucap "*Astaghfirullah*" jika lidah terselip perkataan yang tidak&lt;br /&gt;patut.&lt;br /&gt;4. Mengucap " *Insya-Allah*" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.&lt;br /&gt;5. Mengucap "*La haula wala kuwwata illa billah*" jika menghadapi&lt;br /&gt;sesuatu tak disukai dan tak diingini.&lt;br /&gt;6. Mengucap "*inna lillahi wa inna ilaihi rajiun*" jika menghadapi dan&lt;br /&gt;menerima musibah.&lt;br /&gt;7. Mengucap "*La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah *" sepanjang siang&lt;br /&gt;dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. ..&lt;br /&gt;mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa,&lt;br /&gt;karena sudah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaamu'alaikum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-6435292006475340088?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/6435292006475340088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/telpon-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6435292006475340088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6435292006475340088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/telpon-allah-swt.html' title='Telpon Allah SWT'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-3819729886955551219</id><published>2010-03-25T08:23:00.001-07:00</published><updated>2010-03-25T08:25:00.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Doa untuk Anak Kecil Baik dalam keadaan sehat maupun sakit</title><content type='html'>Salah satu dzikir yang hendaknya dibacakan kepada anak terutama yang masih kecil baik dalam keadaannya sehat maupun sedang sakit adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;”Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan dan bahaya yang berbisa serta dari pandangan mata dengki yang tercela.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah, ini adalah redaksi Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca bisa dengan memandang si anak yang sedang tidur ataupun terjaga sambil memegang anggota tubunya, misalnya kepala, atau tangan atau badan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-3819729886955551219?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/3819729886955551219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/doa-untuk-anak-kecil-baik-dalam-keadaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/3819729886955551219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/3819729886955551219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/doa-untuk-anak-kecil-baik-dalam-keadaan.html' title='Doa untuk Anak Kecil Baik dalam keadaan sehat maupun sakit'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1228377979006348029</id><published>2010-03-25T08:16:00.001-07:00</published><updated>2010-03-25T08:16:41.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kebohongan Seorang Ibu</title><content type='html'>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1228377979006348029?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1228377979006348029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/kebohongan-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1228377979006348029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1228377979006348029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/kebohongan-seorang-ibu.html' title='Kebohongan Seorang Ibu'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-3574306611557956541</id><published>2010-03-25T08:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T08:13:24.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ajakan syaitan terhadap manusia agar meninggalkan beribadah kepada Allah Taala ada 7 jalan</title><content type='html'>1. Syaitan melarang manusia, agar jangan taat kepada Allah. Orang-orang yang dipelihara Allah, akan menolak ajakan itu dan akan berkata:&lt;br /&gt;Aku sangat memerlukan sekali kepada pahala dari Allah, kerana aku harus mempunyai bekal dari dunia untuk akhirat yang kekal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila pujukan pertama tidak berhasil, maka syaitan mengajak manusia untuk mengakhiri taat; nanti saja atau kalau sudah tua, dan sebagainya. Orang-orang yang terpelihara akan menolak ajakan itu dan akan berkata:&lt;br /&gt;Ajalku bukan pada tanganku; jika aku menunda-nunda amal hari ini untuk esok, maka amal hari esok bila akan aku kerjakan, padahal tiap-tiap hari dan waktu mempunyai amal tersendiri dan hak hukum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kadang-kadang syaitan akan mendorong manusia supaya terburu-buru mengerjakan amal baik dengan amat segera dan katanya: Ayuh' cepat-cepat beramal supaya engkau dapat memburu lagi amal lainnya. Orang-orang yang selamat tentu menolak dan berkata:&lt;br /&gt;Amal yang sedikit tapi sempurna lebih baik daripada amal banyak tetapi tidak sempurna. Dalam hal Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda dengan maksud:&lt;br /&gt;"Tergopoh-gopoh itu pembawaan dari syaitan, kecuali dalam lima perkara;&lt;br /&gt;a. Mengkahwinkan anak perawan jika telah sampai waktunya.&lt;br /&gt;b. Membayar hutang jika sudah sampai janjinya.&lt;br /&gt;c. Menguruskan mayat bila datang ajalnya.&lt;br /&gt;d. Menghormati tetamu di kala ia datang bertandang.&lt;br /&gt;e. Bertaubat setelah mengerjakan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syaitan itu lalu menyuruh manusia supaya mengerjakan amal baik dengan sempurna sebab kalau tidak sempurna nanti dicela oleh orang lain. Orang-orang yang terpelihara tentu menolaknya dan akan berkata;&lt;br /&gt;Untuk saya cukup dinilai oleh Allah sahaja dan tidak ada faedahnya beramal kerana manusia. Ini adalah isyarat supaya manusia Riya' dalam amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah itu syaitan menancapkan perasaan dalam hati orang yang beramal dengan mengatakan; Betapa tingginya darjatmu dapat beramal sholeh dan betapa pula cerdikmu dan kesempurnaanmu. Orang-orang yang baik akan menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahawa semua keagungan dan kesempurnaann itu kepunyaan Allah, bukan kekuatan atau kekuasaan aku. Allahlah yang memberi taufiq kepadaku untuk mengerjakan amal yang Ia redhoi, dan memberikan ganjaran yang besar dengan anugerah kurniaNya. Jika sekiranya tanpa kurnia Allah, maka apalah harganya amalku ini dibandingkan dengan banyaknya nikmat Allah kepadaku, di samping dosaku yang banyak pula.&lt;br /&gt;Tidak dapat berkata-kata dan mengamalkan begini melainkan mereka yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Ilmu Tasauf atau Ilmu Makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah jalan kelima gagal, maka syaitan mengajukan jalan yang keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut tadi, dan tidak akan bisa selamat terhadapnya kecuali orang yang cerdik dan hidup fikirannya. Syaitan itu berkata, membisikkan di hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan Sir, jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan menzhohirkan amalmu nanti terhadap manusia dan akan mengatakan bahawa engkau adalah seorang hamba Allah yang ikhlas". Syaitan itu mencampur-baurkan terhadap setiap orang yang beramal dengan amal tipuannya yang lemah sekali. Dengan ucapannya itu, syaitan bermaksud untuk memasukkan sebahagian daripada penyakit Riya'. Orang yang terpelihara oleh Allah akan menolak ajakan syaitan itu dengan mengatakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Malaun (yang dilaknat) tiada henti-henti engkau menggodakaku untuk merosakkan amal dan ibadatku dengan berbagai-bagai jalan dan sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu untuk merosakkannya. Aku ini hamba Allah dan Allahlah jua yang menjadikan aku. Kalau Allah SWT. berkehendak menzhohirkan amalku atau menyembunyikannya; dan kalau berkehendak menjadikan aku mulia atau hina, ini adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak kerana itu bukan urusan aku sebagai seorang hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Setelah gagal syaitan itu menggoda dengan jalan keenam, maka ia menggoda lagi dengan jalan ketujuh dengan mengatakan; "Hai manusia..tidak perlu engkau menyusahkan dirimu untuk beramal ibadah, kerana jika engkau telah ditetapkan oleh Allah pada masa azali dan dijadikan makhluk yang bahagia, maka tidak menjadi mudorat apa-apa bagi engkau untuk meninggalkan amal, engkau akan tetap menjadi seorang yang bahagia. Sebaliknya jika engkau dikehendaki Allah menjadi orang yang celaka, maka tidak ada gunanya lagi engkau beramal dan tetaplah engkau celaka".Orang-orang yang terpelihara oleh Allah tentu akan menolak godaan ini dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini seorang hamba, berkewajipan menurut perintah Tuhanku. Tuhan Maha Mengetahui , menetapkan sekehendakNya dan berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaanku. Jika aku dijadikan seorang yang seorang yang berbahgia, aku tetap perlu beribadah untuk menambah pahala, dan jika aku dijadikan seorang yang celaka, aku tetap harus beramal ibadah, supaya tidak menjadi penyesalan bagi diriku meninggalkan amal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekiranya aku dimasukkan neraka, padahal aku taat, aku lebih senang daripada jika dimasukkan neraka kerana aku maksiat. Tetapi tidak akan demikian keadaannya kerana janji Allah pasti terjadi dan sabdaNya pasti benar. Allah telah menjanjikan kepada siapa yang beramal taat kepadaNya akan diberi ganjaran. Siapa-siapa yang meninggal dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah, tidak akan dimasukkan ke dalam neraka dan pasti akan dimasukkan ke Syorga. Jadi masuknya, seseorang ke Syurga bukanlah kerana kekuatan amalnya, tetapi kerana janji Allah semata yang pasti dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana itu, sedarlah wahai hamba Allah, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, sesungguhnya urusan taat kepada Allah seperti yang engkau lihat dan dengar bahawa banyak sekali godaan dan tipuan syaitan untuk menggagalkannya. Qiyaslah segala urusan dan tingkah laku kepada keadaan tersebut, dan bermohonlah pertolongan kepada Allah agar engkau dilindungi dan dipelihara dari kejahatan syaitan ini, kerana segala sesuatu benda di bawah kekuasaan Allah dan kepada Allah kita mohon Taufiq untuk mendapatkan keridhoaanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@ Soenarko Tjahjono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-3574306611557956541?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/3574306611557956541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/ajakan-syaitan-terhadap-manusia-agar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/3574306611557956541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/3574306611557956541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/ajakan-syaitan-terhadap-manusia-agar.html' title='Ajakan syaitan terhadap manusia agar meninggalkan beribadah kepada Allah Taala ada 7 jalan'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-7848579642360870429</id><published>2010-03-23T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T05:35:56.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menggali Cinta Dengan Puasa</title><content type='html'>Oleh Irsal Murad*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya umat Muhammad yang berpuasa. Sejarah mencatat, sebelum kedatangan Muhammad, umat Nabi yang lain diwajibkan berpuasa. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, sejak Nabi Nuh hingga Nabi Isa puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya. Bahkan, nabi Adam alaihissalam diperintahkan untuk tidak memakan buah khuldi, yang ditafsirkan sebagai bentuk puasa pada masa itu. “Janganlah kamu mendekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”. (Al-Baqarah: 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula nabi Musa bersama kaumnya berpuasa empat puluh hari. Nabi Isa pun berpuasa. Dalam Surah Maryam dinyatakan Nabi Zakaria dan Maryam sering mengamalkan puasa. Nabi Daud alaihissalam sehari berpuasa dan sehari berbuka pada tiap tahunnya. Nabi Muhammad saw. Sendiri sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy yang lain. Malah masyarakat Yahudi yang tinggal di Madinah pada masa itu turut mengamalkan puasa Asyura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, binatang dan tumbuh-tumbuhan melakukan puasa demi kelangsungan hidupnya. Selama mengerami telur, ayam harus berpuasa. Demikian pula ular, berpuasa baginya untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras terlindung dari sengatan matahari dan duri hingga ia tetap mampu melata di bumi. Ulat-ulat pemakan daun pun berpuasa, jika tidak ia tak kan lagi menjadi kupu-kupu dan menyerbuk bunga-bunga.&lt;br /&gt;Jika berpuasa merupakan sunnah thobi’iyyah (sunnah kehidupan) sebagai langkah untuk tetap survive, mengapa manusia tidak? Terlebih lagi jika kewajiban puasa diembankan kepada umat Islam, tentu saja memikili makna filosofis dan hikmah tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, ternyata puasa bukan hanya menahan dari segala sesuatu yang merugikan diri sendiri atau orang lain, melainkan merefleksikan diri untuk turut hidup berdampingan dengan orang lain secara harmonis, memusnahkan kecemburuan sosial serta melibatkan diri dengan sikap tepa selira dengan menjalin hidup dalam kebersamaan, serta melatih diri untuk selalu peka terhadap lingkungan. Rahasia-rahasia tersebut ternyata ada pada kalimat terakhir yang teramat singkat pada ayat 183 surah al-Baqarah. Allah swt memerintahkan: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt mengakhiri ayat tersebut dengan “agar kalian bertakwa”. Syekh Musthafa Shodiq al-Rafi’ie (w. 1356 H/1937 M) dalam bukunya wahy al-Qalam mentakwil kata “takwa” dengan ittiqa, yakni memproteksi diri dari segala bentuk nafsu kebinatangan yang menganggap perut besar sebagai agama, dan menjaga humanisme dan kodrat manusia dari perilaku layaknya binatang. Dengan puasa, manusia dapat menghindari diri dari bentuk yang merugikan diri sendiri dan orang lain, sekarang atau nanti. Generasi kini atau esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab sosialisme yang mengalami masa kolapnya di Eropa, tak mampu mengubah, menambah dan mengurangi jatah perut pengikutnya. Mereka, para sosialisme yang dianggap sebagai “mazhab buku” tak pelak lagi memandang puasa sebagai “satu-satunya sistem sosialis yang paling unik dan justeru paling benar”! Bagaimana tidak, puasa adalah kefakiran secara ‘paksa’ yang ditentukan oleh syariat agama kepada seluruh umat (Islam) tanpa pandang bulu. Islam memandang sama derajat manusia, terutama soal “perut”. Mereka yang memiliki dolar, atau yang mempunyai sedikit rupiah, atau orang yang tak memiliki sepeserpun, tetap merasakan hal yang sama: lapar dan haus. Jika sholat mampu menghapus citra arogansi individual manusia diwajibkan bagi insan muslim, haji dapat mengikis perbedaan status sosial dan derajat umat manusia diwajibkan bagi yang mampu, maka puasa adalah kefakiran total insan bertakwa yang bertujuan mengetuk sensitifitas manusia dengan metode amaliah (praktis), bahwasanya kehidupan yang benar berada di balik kehidupan itu sendiri. Dan kehidupan itu mencapai suatu tahap paripurna manakala manusia memiliki kesamaan rasa, atau manusia “turut merasakan” bersama, bukan sebaliknya. Manusia mencapai derajat kesempurnaan (insan kamil) tatkala turut merasakan sensitifitas satu rasa sakit, bukan turut berebut melampiaskan segala macam hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini puasa memiliki multifungsi. Setidaknya ada tiga fungsi puasa: tazhib, ta’dib dan tadrib. Puasa adalah sarana untuk mengarahkan (tahzib), membentuk karakteristik jiwa (ta’dib), serta medium latihan untuk berupaya menjadi manusia yang kamil dan paripurna (tadrib), yang pada esensinya bermuara pada tujuan akhir puasa: takwa. Takwa dalam pengertian yang lebih umum adalah melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Takwa dan kesalehan sosial adalah dua wajah dari satu keping mata uang yang sama, mengintegral dan tak dapat dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejenis kaidah jiwa, bahwasanya “cinta” timbul dari rasa sakit. Di sinilah letak rahasia besar sosial dari hikmah berpuasa. Dengan jelas dan akurat, Islam melarang keras segala bentuk makanan, minuman, aktivitas seks, penyakit hati dan ucapan merasuki perut dan jiwa orang yang berpuasa. Dari lapar dan dahaga, betapa kita dapat merasakan mereka yang berada di garis kemiskinan, manusia papa yang berada di kolong jembatan, atau kaum tunawisma yang kerap berselimutkan dingin di malam hari atau terbakar terik matahari di siang hari. Ini adalah suatu sistem, cara praktis melatih kasih sayang jiwa dan nurani manusia. Adakah cara yang paling efektif untuk melatih cinta? Bukankah kita tahu bahwa selalu ada dua sistem yang saling terkait: yang melihat dan yang buta, yang cendikia dan yang awam, serta yang teratur dan yang mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta antara orang kaya yang lapar terhadap orang miskin yang lapar tercipta, maka untaian hikmah kemanusiaan di dalam diri menemukan kekuasaannya sebagai “sang mesias”, juru selamat. Orang yang berpunya dan hatinya selalu diasah dengan puasa, maka telinga jiwanya mendengar suara sang fakir yang merintih. Ia tidak serta merta mendengar itu sebagai suara mohon pengharapan, melainkan permohonan akan sesuatu hal yang tidak ada jalan lain untuk disambut, direngkuh dan direspon akan makna tangisannya itu. Orang berpunya akan memaknai itu semua atas pengabdian yang tulus, iimaanan wa ihtisaaban. Semua karena Allah, karena hanya Dia Sang pemilik segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah Dewan Eksekutif Sanggar Kinanah, sedang menekuni filsafat di al-Azhar University, Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kesalehansosial.blogspot.com/2007/03/menggali-cinta-dengan-puasa.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-7848579642360870429?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/7848579642360870429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/menggali-cinta-dengan-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7848579642360870429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7848579642360870429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/menggali-cinta-dengan-puasa.html' title='Menggali Cinta Dengan Puasa'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1687973346419824760</id><published>2010-03-22T08:34:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T05:32:05.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info.ku'/><title type='text'>Koleksi Fotoku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_gyyAr0YI/AAAAAAAAAEg/6F0qfeqtWn4/s1600/IMG0639A.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_gyyAr0YI/AAAAAAAAAEg/6F0qfeqtWn4/s400/IMG0639A.jpg" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;TTL : Tangerang, 10 Juli 1999&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_jFQjCLoI/AAAAAAAAAE4/O0kJ3VuCSEQ/s1600/IMG0328A.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_jFQjCLoI/AAAAAAAAAE4/O0kJ3VuCSEQ/s320/IMG0328A.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;TTL : Bandung, 28 Agustus 2003&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_jb697b-I/AAAAAAAAAFA/V__CIX_YBF0/s1600/IMG0719A.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_jb697b-I/AAAAAAAAAFA/V__CIX_YBF0/s320/IMG0719A.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;TTL : Bandung, 29 Juli 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLmQFvlKI/AAAAAAAAAEY/Org8fMSqN3w/s1600-h/kenangan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLmQFvlKI/AAAAAAAAAEY/Org8fMSqN3w/s320/kenangan2.jpg" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kenangan Waktu SMA 1990&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLgmcGbBI/AAAAAAAAAEQ/8oj3jauteXc/s1600-h/Foto+Waktu+SMA+thn+90.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLgmcGbBI/AAAAAAAAAEQ/8oj3jauteXc/s320/Foto+Waktu+SMA+thn+90.jpg" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Kenangan Waktu Di Ciater (Masa SMA Tahun 1990)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLLitQDTI/AAAAAAAAAD4/4F-KNzZBEa0/s1600-h/Aku-PaCeppyMasoem.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLLitQDTI/AAAAAAAAAD4/4F-KNzZBEa0/s320/Aku-PaCeppyMasoem.JPG" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Kenangan Waktu Jadi Direktur Akademis AMIK Al Ma'soem 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLc8BHaKI/AAAAAAAAAEI/43Z6n5mGWqw/s1600-h/akudanGubernur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLc8BHaKI/AAAAAAAAAEI/43Z6n5mGWqw/s320/akudanGubernur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Berpose Dengan Gubernur Jabar Ustadz H. Ahmad Heryawan 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLRgFCw9I/AAAAAAAAAEA/7qfrtAZS_Xc/s1600-h/SmaWagub.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6eLRgFCw9I/AAAAAAAAAEA/7qfrtAZS_Xc/s320/SmaWagub.JPG" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Berpose Dengan Wakil Gubernur Jabar H. Dede Yusuf Efendi 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1687973346419824760?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1687973346419824760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/koleksi-foto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1687973346419824760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1687973346419824760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/koleksi-foto.html' title='Koleksi Fotoku'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S6_gyyAr0YI/AAAAAAAAAEg/6F0qfeqtWn4/s72-c/IMG0639A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-5296555276988870472</id><published>2010-03-21T02:18:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T15:56:53.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Kayalah Lalu Masuk Surga!</title><content type='html'>Oleh: Rikza Maulan, M.Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwatuna.com - Dari Abi ‘Abdillah Tsauban Bin Bujdad bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Nuzhatul-Muttaqin (syarah Riyadush-Shalihin karya Imam An-Nawawi) disebutkan, hadits itu menjelaskan peringkat keutamaan pengeluaran harta (infak) bahwa memberi nafkah kepada keluarga merupakan infak yang paling mulia. Dalam hadits lain disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk (mememerdekakan) hamba sahaya, dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluarga, yang paling utama di antara semua itu adalah dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke manapun alokasinya, yang jelas seseorang tidak mungkin dapat berinfak jika tidak memiliki harta. Lebih-lebih jika kita mencermati ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan kita terlibat dalam jihad. Selalu saja disandingkan antara kewajiban berjihad dengan jiwa dengan kewajiban berjihad dengan harta. Bahkan dari semua ayat yang memerintahkan kita berjihad dengan harta dan jiwa, berjihad dengan harta selalu didahulukan kecuali pada satu ayat saja yakni ayat 111 surah At-Taubah, yang maknanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin jiwa dan harta mereka dengan mendapatkan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, hartalah yang disebut terdahulu. Perhatikan ayat-ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, inginkah kalian aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih. Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian.” (Ash-Shaf: 10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini diperkuat dengan adanya kewajiban zakat. Dalam urusan yang satu ini memang ada kesalahan persepsi pada sebagian kaum muslimin. Kewajiban zakat sering dipahami begini: kalau punya harta, zakatlah; kalau tidak punya, tidak usah mengeluarkan zakat. Secara fiqih, pemahaman itu sangat benar. Tapi semangatnya bukanlah semangat kepasrahan pada keadaan. Semangat perintah zakat harusnya dipahami: carilah uang, kumpulkanlah harta agar dapat melaksanakan perintah Allah yang bernama zakat. Seharusnya kita membawa semangat shalat untuk diterapkan pada zakat. Kita selalu berpikir kita harus bisa melaksanakan shalat dengan segala perjuangan yang menjadi konsekuensinya. Dari mulai mencari penutup aurat, mencari tempat shalat, menentukan arah kiblat, mensucikan diri, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua mematahkan anggapan yang masih dianut sebagian orang bahwa kesalihan dan ketakwaan identik dengan kepapaan, kemelaratan, kesengsaraan, dan ketertindasan. Seolah-olah hanya orang miskin, jelata, dan tertindaslah yang layak menghuni surga. Sebaliknya orang kaya dan orang yang punya jabatan tidak punya tempat di surga. Ini diperparah dengan sering disitirnya hadits-hadits dha’if (lemah) atau bahkan maudhu’ (palsu) yang memberikan pesan untuk menjauhi dunia sejauh-juahnya demi mencapai ketakwaan dan kesucian jiwa. Atau mungkin juga menyitir hadits shahih tentang zuhud dengan pemahaman yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud tidaklah identik dengan melarat. Zuhud adalah kepuasaan hati dengan apa yang diberikan Allah swt. Zuhud adalah ketiadaan ikatan hati kepada kekayaan. Bahwa sambil merasa puas dengan apa yang Allah berikan dan sambil meniadakan ikatan hati dengan harta seseorang memiliki harta dan jabatan, tidaklah menafikan sifat zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman Bin ‘Affan adalah konglomerat dan kaya raya. Beliau termasuk sahabat Nabi saw. yang dijamin masuk sorga. Demikian pula halnya dengan ‘Abdurrahman Bin ‘Auf. Beliau sukses dalam bisnis dan menjadi saudagar kaya raya. Toh beliau juga termasuk yang dijamin masuk surga. Umar Bin ‘Abdul-‘Aziz, khalifah yang kaya raya. Tapi justru dia termasuk orang zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi harta dalam Islam sama dengan posisi kemiskinan: sebagai ujian bagi manusia. Dengan kekayaan orang bisa masuk surga sebagaimana dengan kekayaan pula orang bisa masuk neraka. Dengan kepapaan orang bisa masuk surga sebagaimana dengan kepapaan pula orang bisa masuk neraka. Semuanya ujian! Allah swt. menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami coba kalian dengan keburukan dan kebaikan, (semuanya) sebagai ujian.” (Al-Anbiya: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dunia itu manis dan menghijau. Dan sesungguhnya Allah mengangkat kalian sebagai khalifah di dalamnya untuk melihat (menguji) bagaimana kalian bekerja. Maka berhati-hatilah dengan dunia dan berhati-hatilah dengan wanita. Karena sesungguhnya fitnah Bani Israil adalah pada wanita.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang yang saleh bukanlah orang memilih meninggalkan harta melainkan yang lulus dalam ujian mengelola harta itu. Seseorang dianggap lulus ujian dalam urusan harta manakala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hanya menempuh cara halal untuk memperoleh harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kiamat, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban terkait dengan hartanya, dari manakah ia memperolehnya dan dengan cara apa? Ini batu ujian pertama. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman seperti yang diperintahkan kepada para rasul. Dia berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari yang baik dan beramal salehlah karena sessungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian lakukan’. Dia juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik dari yang Kami rezekikan kepada kalian’.” Lalu Rasulullah saw. menerangkan tentang orang yang mengadakan perjalanan panjang, kusut masai dan berdebu. Ia mengadakahkan kedua tangannya (berdoa) ke langit (sambil mengatakan): Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dari yang haram, bagaimana doanya akan dikabulkan.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Harta itu tidak menyebabkan sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sukses mengelola harta adalah orang yang dengan hartanya justru semakin rendah hati dan menyadari bahwa segala yang dimilikinya adalah titipan atau amanah dari Allah. Abdurrahman bin ‘Auf yang padahal termasuk orang yang dijamin masuk surga pernah berlinang air mata saat dirinya siap menyantap hidangan lezat yang ada di hadapannya. Ketika ditanya penyebab ia menangis, ia menjawab, “Aku takut hanya yang kunikmati di dunia inilah yang menjadi ganjaranku dari Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menjadi fasilitas untuk mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik harta yang saleh adalah yang ada pada orang saleh.” Beliau juga memerintahkan kepada kita, “Jauhkanlah dirimu dari neraka walau dengan hanya sebelah kurma.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menjadi fasilitas untuk silaturahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infaq adalah baik. Dan infaq kepada kerabat adalah lebih baik lagi. Karena selain bernilai taqarrub, perbauatan itu juga merupakan upaya silaturahim. Rasulullah saw. bersabda, “Shadaqah kepada orang miskin adalah satu shadaqah dan shadaqah kepada orang yang punya hubungan rahim (kerabat) adalah dua shadaqah: shadaqah dan shilah (menyambungkan).” (At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menjadi fasilitas untuk perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Islam jelas tidak mungkin tanpa dukungan finansial. Kekuatan orang-orang kafir harus dihadapi dengan kekuatan optimal kaum muslimin. Dan ini tentu saja salah kekuatan itu adalah kekuatan maliyyah (finansial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian ajaran Islam yang terkait dengan kekayaan. Jadi, menjadi orang kaya, siapa takut? Allahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/kayalah-lalu-masuk-surga/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###########################################&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjaga keikhlasan kita, meridhoi kita, senantiasa memberikan rezeki kepada kita, memberkahi usaha kita, memudahkan urusan yang kita hadapi, memberikan kesehatan lahir dan bathin. Senantiasa tergerak untuk berbuat kebaikan setiap saat dimanapun berada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-5296555276988870472?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/5296555276988870472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/kayalah-lalu-masuk-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5296555276988870472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5296555276988870472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/kayalah-lalu-masuk-surga.html' title='Kayalah Lalu Masuk Surga!'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-6092779339359943918</id><published>2010-03-21T01:55:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T01:55:25.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Raih Keberkahaan di Pagi Hari</title><content type='html'>Saudaraku, Islam ternyata sangat peduli dengan dinamika dan semangat beraktivitas di awal waktu. Setiap hari selalu diawali dengan datangnya waktu pagi. Waktu pagi merupakan waktu istimewa. Ia selalu diasosiasikan sebagai simbol kegairahan, kesegaran dan semangat. Barangsiapa merasakan udara pagi niscaya dia akan mengatakan bahwa itulah saat paling segar alias fresh sepanjang hari. Pagi sering dikaitkan dengan harapan dan optimisme. Pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan sukses. Sehingga dalam peradaban barat-pun dikenal suatu pepatah berbunyi: ”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memberi perhatian kepada waktu pagi. Sehingga di dalam hadits tersebut beliau mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas. Oleh karenanya, saudaraku, janganlah kita kecewakan Nabi kita. Janganlah kita jadikan doa beliau tidak terwujud. Marilah kita menjadi ummat yang pandai bersyukur dengan adanya waktu pagi. Marilah kita me-manage jadwal kehidupan kita sehingga di waktu pagi kita senantiasa dilimpahkan berkah karena kita didapati Allah dalam keadaan ber’amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Biasanya mereka yang mengisi waktu pagi dengan tidur menjadi fihak yang sering kalah dan merugi. Bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah... Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, di antara kiat-kiat agar insyaAllah kita selalu memperoleh keberkahan di pagi hari adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jangan biasakan begadang di malam hari. Usahakanlah agar setiap malam kita bersegera tidur malam. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pastikan bahwa sedapat mungkin kita bisa bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholat tahajjud dan witir. Idealnya kita selalu berusaha untuk sholat malam sebagaimana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir. Namun jika tidak tercapai, maka kurangilah jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Tapi ingat, ini hanya dikerjakan bila kita terpaksa karena tidur terlalu larut malam mendekati jam duabelas malam. Yang jelas, usahakanlah setiap malam agar kita selalu bisa melaksanakan sholat malam (tahjjud plus witir). Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangat dan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pastikan diri tidak kesiangan sholat subuh. Dan khusus bagi kaum pria usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak. (HR Muslim 2/123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 3/387)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya. Entah itu dengan bersegera membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia menyia-nyiakan kesempatan berharga. Pagi merupakan saat paling berkualitas sepanjang hari. Alangkah naifnya orang yang sengaja membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja tanpa aktifitas bermanfaat dan produktif. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untuk berjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga fihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/raih-keberkahan-di-pagi-hari.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-6092779339359943918?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/6092779339359943918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/raih-keberkahaan-di-pagi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6092779339359943918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6092779339359943918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/raih-keberkahaan-di-pagi-hari.html' title='Raih Keberkahaan di Pagi Hari'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-762464350694094948</id><published>2010-03-18T19:02:00.001-07:00</published><updated>2010-03-18T19:02:56.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hizab yang tersikap</title><content type='html'>Ayah mau pergi kemana ?....kok habis shubuh sudah kelihatan rapi ?....tanya anaknya......Mau mengantarkan kamu mendaftar di Perguruan Tinggi jawab sang ayah......Ndak usahlah ayah ikut.....aku kan sudah besar.....aku berani kok berangkat sendiri.....lagian aku malu kalau ketemu teman - temanku nanti.....pinta anaknya......Sang ayah yang memang tidak lulus SD ini kemudian berkata kepada anaknya.....ayah ingin tahu kayak apa Perguruan Tinggi itu dan ayah juga pingin tahu tempat kamu kuliah itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si anak tidak mampu membendung keinginan sang ayah untuk ikut pada hari itu.....berangkatlah mereka dari sebuah desa yang belum pernah ada satu sarjana pun di desa itu......Dan ketika sudah sampai di kampus.... sementara si anak sibuk mengurus dokumen pendaftarani.....ayahnya terlihat duduk di lantai di salah satu sudut bangunan kampus sambil.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK LIRIH DAN MATANYA BASAH DENGAN AIR MATA.....bibirnya senantiasa di gerakkan untuk berdzikir.....untuk memanjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu.....dan air mata itu adalah harapan yang tumpah kepada anaknya......dia menyerahkan anaknya kepada Allah.....bukan kepada gedung - gedung kampus itu dan seluruh isinya......Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama kuliah si anak sudah di kejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya......salah satu dosen bertanya kepadanya.....dari mana asalnya ?......agak malu - malu kemudian di jawab olehnya.....dari daerah yang sangat desa......yang belum ada listrik.....belum ada telpon....belum ada saran angkutan.....ini dan itu.....Tiba - tiba dosen matematika tersebut tersentak kaget mendengar jawaban mahasiswanya yang baru itu.....Bapak berasal dari desa lain yang tak jauh dari desamu...dan dulu waktu di SD mempunyai teman dari desamu itu......kami sama - sama berang sekolah SD yang sangat jauh dari tempat tinggal kami.....dia sangat cerdas.....bapak belum pernah mampu mengalahkan kecerdasan dia.....terutama dalam pelajaran berhitung.....sayang dia tidak sampai lulus SD karena tidak ada yang membiayai sekolahnya.....anak orang miskin....namanya fulan bin fulan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu si anak tersentak bagai disengat aliran listrik badannya......nama ayahnya disebut oleh dosennya yang sangat terkenal dan di hormati di kampus itu......sebagai teman yang cerdas......belum pernah terkalahkan dalam semua mata pelajaran.....terutama berhitung....dimana dosen tersebut mendapatkan gelar doktornya dalam hal itu......si anak tidak kuat menahan air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya.....mohon ijin kemudian berlari menuju ke kamar kecil.....dan menumpahkan tangisnya disana.......dalam hatinya berkecamuk rasa yang mendalam..... merasakan..... betapa ayahnya memendam begitu lama keinginan untuk menyalurkan kemampuannya selama ini yang terpendam dalam dirinya....dan saatnya tiba....keinginan itu diberikannya.....kepada dirinya..... anak sulungnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu si anak terlecut.....untuk benar - benar memanfaatkan waktu hanya untuk belajar.....belajar.....dan.....belajar.....sudah ribuan meter per segi sawah yang terjual.....perhiasan ibu yang sering keluar masuk gadai.....dan Allah SWT mengabulkan doa sang ayah.....punya anak.....SARJANA....SARJANA PERTAMA YANG ADA DI DESANYA.....ayah masih belum begitu banyak tersenyum.....berbeda dengan kegembiraan anaknya yang meluap.....masih terlihat seperti kebiasaannya.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK.....BERDZIKIR....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari bersejarahpun datang......si anak masih terlelap dalam tidurnya di rumah kos nya......tiba - tiba menjelang shubuh di bangunkan oleh penjaga kos bahwa ada ayah di depan......dengan langkah yang masih gontai......si anak berlari......di depan sudah ada Ayah......dari jam berapa ayah sampai disini tanyanya ?.......DARI JAM 3 PAGI TADI......kenapa ayah ndak mau masuk saja ?......kasihan kamu pasti capek menyiapkan segala sesuatunya untuk wisuda pagi ini........Ya Allah.....dengan apa kebaikan ini harus terbalas ?......kembali hati si anak terkoyak......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah setelah wisuda......ayah masih tidak banyak tersenyum bangga......ayah masih seperti dulu......seperti gunung es yang kokoh.....yang menyimpan milyaran bongkahan keinginan dan harapan kepada anaknya yang masih terpendam......Sang Ayah dan anak sarjananya sedang menikamati pisang goreng dan teh hangat di belakang rumah yang luas dan asri dengan pemandangan sawah......tiba - tiba ayah memandangi dengan serius ke arah pohon besar di belakang rumah.....kemudian dia bertanya.....nak....itu burung apa ya ?.....itu burung pipit yah jawab anaknya......sebentar kemudian kembali bertanya.....nak...itu burung apa ya ?......itu burung pipit yah !.....setelah mereguk teh hangatnya kembali ayah bertanya dengan pertanyaan yang sama......nak.....itu burung apa ya ?.....ayah ini gimana sih.....dari tadi kan aku sudah bilang bahwa itu burung pipit yah.....jawaban SARJANA dengan sedikit kesal.......kemudian ayah beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan memasuki rumah......tak lama kemudian kembali dengan membawa buku catatan yang lusuh.....ayah menunjukkan sebuah halaman di buku itu untuk dibaca anak sarjananya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis tanggal..... 20 tahun yang lalu......anak sulungku.....harapanku.....sedang berada di belakang rumah.....duduk - duduk denganku....sambil menikmati pisang goreng dan teh hangat......si sulung kecil kemudian tertarik dengan burung yang menari - nari di pohon besar belakang rumah.....dan dia.....RATUSAN KALI BERTANYA KEPADAKU.....BURUNG APA ITU YAH.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak langsung bersujud di pangkuan ayahnya sambil menangis dan memohon maaf.....dengan lirih ayah berkata.....KESABARANMU MENDENGARKAN ORANG LAIN YANG BISA MEMBUATMU JADI ORANG....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari - hari selanjutnya di lalui si sarjana dengan berusaha sekuat tenaganya untuk mendapatkan pekerjaan.....dan Alhamdulillah....hanya selang satu minggu setelah wisuda.....si anak sudah mendapatkan pekerjaan.....sebuah perusahaan multi nasional....Procter &amp; Gamble Indonesia......Makro Indonesia......Warner Lambert Indonesia......The Coca - Cola Company....namun sampai posisi anaknya di perusahaan berada diatas....ayah masih seperti yang dulu.....tidak banyak senyum....yang dimaknai pimpinan perusahaan besar dari Amerika itu.....bahwa ayahnya belum bangga kepada anaknya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegundahan hati anak yang sudah 20 tahun bekerja di beberapa perusahan besar Amerika ini akhirnya melahirkan sebuah keputusan besar......si anak berhenti bekerja.....karena sebab keinginannya untuk membahagiakan ayahnya.....ketika sang ayah mendengar bahwa anaknya akan keluar kerja dari perusahaan yang justru banyak sekali orang menginginkannya.....ayah tetap dingin....tidak banyak tersenyum.....seperti gunung es.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjana mantan manager beberapa perusahaan besar ini akhirnya menemukan jalan hidup yang dia pikir akan membuat ayahnya bangga dan bahagia.....dia buka lagi kitab - kitab semasa dia di pesantren.....dia borong buku - buku agama sehingga memenuhi seluruh sudut dan ruangan yang ada di rumahnya......dan ketika dia diminta oleh seseorang yang berasal dari desanya untuk mengisi tausiah dalam suatu acara......dalam hati orang dewasa....mantan manager perusahaan besar....yang masih menjadi anak yang belum bisa membuat bangga dan bahagia ayahnya ini.....pasti nant ayah datang dalam acara tersebut......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu….. anak ini melihat ayahnya duduk di deretan kursi paling depan dari 500 an undangan yang hadir.....langsung saja dihampirinya.....dengan salam dan salim mencium tangannya.....dan ketika acara tausiah....mauidhoh....tiba.....saatnya si ustadz baru ini berjalan sambil membungkukkan badanya kepada ayahnya.....si ustadz ini kemudian membuka dengan mukadimah yang begitu lancar dengan memilih kata - kata untuk di rangkai menjadi kalimat - kalimat indah dan penuh hikmah.....dengan uraian mudah yang dapat di pahami......si anak yang saat itu menjadi ustadz ini melihat.......AYAHNYA MENANGIS SESENGGUKAN....AIR MATANYA MEMBASAHI WAJAHNYA.....melihat dan mendengarkan tausiah anaknya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang yang memakan waktu 1 jam.....tak henti - hentinya tangis yang di tumpahkan si anak ini dengan memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah.....Ya Allah...Engkau telah menunjukkan jalan....yang harus dilewati....YANG MEMBUAT AYAH BAHAGIA DAN BANGGA.....gunung es itu telah mencair saat ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika bertemu dengan sahabat yang sangat dekat dengan ayah.....sahabat ayah itu berkata.....dari dulu ayahmu......sejak kami masih muda dan bersama - sama di pandu gerakan anshor......Ayahmu itu menginginkan....anaknya kelak menjadi......SEORANG USTADZ......Subhanallah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: " Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia ". Ibrahim berkata: " (Dan saya mohon juga) dari keturunanku ". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. QS 2 : 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-762464350694094948?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/762464350694094948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/hizab-yang-tersikap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/762464350694094948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/762464350694094948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/hizab-yang-tersikap.html' title='Hizab yang tersikap'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-5232459793274427048</id><published>2010-03-18T18:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T02:50:16.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info.ku'/><title type='text'>Biodata Ku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;DAFTAR RIWAYAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="5%"&gt;Nama &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: &lt;b&gt;Usup Supendi, S.Si., M.Kom&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Tempat/Tgl. lahir &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: Bogor, 7 Agustus 1970&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;A g a m a  &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: Islam &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Status Perkawinan   &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: Nikah (3 Putra) &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Alamat    &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: Rancaekek Permai Blok C2/25 RT.04/30 Rancaekek-Kab.Bandung &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Telepon Rumah  &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: (022) 7797034 &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Handphone   &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: (022) 93369407, 088218018007, 08562024700 &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Email   &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: usup.supendi@gmail.com  / usup_supendi@yahoo.co.id  &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="5%"&gt;Blog  &lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;: usupsupendi.blogspot.com &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riwayat Pendidikan :  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* S-2 Magister Komputer &lt;a href="http://likmi.ac.id/"&gt; STMIK LIKMI Bandung&lt;/a&gt;, Juli Tahun 2009.&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;* S-1 Ilmu Komputer FMIPA &lt;a href="http://www.unpad.ac.id/"&gt;  UNPAD Bandung&lt;/a&gt;, Tahun 1997.&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;* Diploma III Komputer &lt;a href="http://www.stmik-abg.ac.id/"&gt; AMIK-Bandung &lt;/a&gt;, Tahun 1995. &lt;br /&gt;* Diploma I Komputer ICB-Bandung, Tahun 1991. &lt;br /&gt;* &lt;a href="http://www.sman1-cbi.sch.id/"&gt;  SMA Negeri I Cibinong &lt;/a&gt;, Tahun 1990. &lt;br /&gt;* SMP Negeri I Cileungsi, Tahun 1987. &lt;br /&gt;* SD Negeri II Cileungsi, Tahun 1984.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riwayat Mengajar&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;* Dosen STMIK JABAR Bandung, Tahun 2009-Sekarang &lt;br /&gt;* Dosen Politeknik LP3I Bandung, Tahun 2009 &lt;br /&gt;* Dosen AMIK Al Ma’soem Rancaekek – Kab.Bandung, Tahun 2000 – 2009 &lt;br /&gt;* Dosen AMIK Garut, Tahun 1998-1999. &lt;br /&gt;* Dosen LPK Utama Bandung, Tahun 1996-1997 &lt;br /&gt;* Instruktur Komputer PUSPIKOMM Bandung, Tahun 1992-1993. &lt;br /&gt;* Staf Pengajar PTPD-ICB Bandung, Tahun 1991-1992    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riwayat Pekerjaan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;* Direktur Akademis AMIK Al Ma’soem, Tahun 2003 - 2009  &lt;br /&gt;* Koordinator LPK &amp;amp; LPB Al Ma’soem, Tahun 2003 - 2009  &lt;br /&gt;* Pudir Kurikulum AMIK Al Ma’soem, Tahun 2000 - 2004  &lt;br /&gt;* Konsultan Manajemen merancang program keuangan jarak jauh di Kontraktor Konstruksi PT. ANWAR KONSTRUKSI, Cimahi, Tahun 1997-1998   &lt;br /&gt;* Koordinator Konsultasi Software &amp;amp; Hardware di LPK Utama Bandung, Tahun 1996-1997  &lt;br /&gt;* Penanggung Jawab Peralatan Komputer dan Assisten Tenaga Ahli di PT. Dwi Mitra Daya Engineering, Tahun 1994-1996 &lt;br /&gt;* Staf Administrasi Proyek di PT. Five Engineering Consultant Bandung, Tahun 1992-1993 &lt;br /&gt;* Instruktur Komputer di PUSPIKOMM Bandung, Tahun 1992-1993. &lt;br /&gt;* Kepala Laboratorium Komputer &amp;amp; Staf Pengajar di PTPD-ICB Bandung, Tahun 1991-1992  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Riwayat  Pembuatan Program :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Akuntansi Koperasi STPDN Jatinangor, Tahun 2011&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;* Website &lt;a href="http://www.zafiracar.com/"&gt; www.zafiracar.com &lt;/a&gt;, Tahun 2008. &lt;br /&gt;* Website &lt;a href="http://www.masoem.co.id/"&gt; www.masoem.co.id &lt;/a&gt;, Tahun 2005. &lt;br /&gt;* Administrasi Pendaftaran di TK,SD,SMP,SMA &amp;amp; AMIK  Al Ma’soem, Tahun 2005 &lt;br /&gt;* Administrasi Perkuliahan (Perwalian, Nilai &amp;amp; Biaya Pendidikan) di AMIK Al Ma’soem-Bandung, Tahun 2003. &lt;br /&gt;* Administrasi Perkuliahan (Perwalian, Nilai &amp;amp; Biaya Pendidikan) di AMIK Garut, Tahun 2002 &lt;br /&gt;* Sistem Akuntansi untuk bidang Pendidikan di LPK-UTAMA, Tahun 1996 &lt;br /&gt;* Rooster (Jadwal Perkuliahan) di AMIK-BANDUNG, Tahun 1995 &lt;br /&gt;* Sistem Akuntansi untuk Bidang Jasa Transportasi di PT. KANIKEA-Bandung, Tahun 1995. &lt;br /&gt;* Kegiatan Kas di PT. Dwi Mitra Daya Engineering untuk keperluan proyek Lapangan, Tahun 1995. &lt;br /&gt;* Jadwal Perkuliahan di PUSPIKOMM-Bandung, Tahun 1992 &lt;br /&gt;* Administrasi Perkuliahan (Biodata, KTM, Nilai, Pembiayaan) di PUSPIKOMM-Bandung, Tahun 1992  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riwayat Organisasi :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;* Ketua RW 30 Rancaekek Permai - Bandung, periode 2009-2014&lt;br /&gt;* Pembina AKSI (Aplikasi Komputer Sistem Informasi) Al Ma’soem, Tahun 2000-2009&lt;br /&gt;* Ketua Angkatan Program Ekstension Bidang Minat Ilmu Komputer di FMIPA-UNPAD, Tahun 1995-1996&lt;br /&gt;* Ketua Himpunan Mahasiswa Karyawan di AMIK-Bandung Tahun 1992-1994&lt;br /&gt;* Ketua Cabang Tae Kwon Do di Cibinong-Bogor, Tahun 1987-1990&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-5232459793274427048?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/5232459793274427048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/biodata-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5232459793274427048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/5232459793274427048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/biodata-ku.html' title='Biodata Ku'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-6906878842246397601</id><published>2010-03-18T18:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T18:18:41.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Orang-orang yang di Doakan Malaikat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Insya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan  oleh para malaikat:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang yang  tidur dalam keadaan bersuci. &lt;/b&gt;Rasulullah SAW bersabda,  "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan  bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat  berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan  suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits  ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat  Tarhib I/37).&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.&lt;/b&gt;  Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang  duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para  malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah  ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no.  469).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang-orang yang  berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah. &lt;/b&gt;Rasulullah  SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat  kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan" (Imam Abu  Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini  dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat  berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).&lt;/b&gt;  Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu  bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam  yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim  meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al  Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang  Imam selesai membaca Al-Fatihah.&lt;/b&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Jika  seorang Imam membaca '&lt;i&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;ghairil  maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;', maka ucapkanlah oleh  kalian '&lt;i&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;aamiin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;',  karena barang siapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat,  maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari  meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah  melakukan shalat. &lt;/b&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan  selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia  ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum  batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan  sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no.  8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan  'ashar secara berjama'ah.&lt;/b&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Para  malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang  menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga  shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.  Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat  yangditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit)  sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu  Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?',  mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat  dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat,  maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari  Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh  Ahmad Syakir)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang yang  mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.&lt;/b&gt;  Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang  dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang  akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil  baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan,  maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa  yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra.,  Shahih Muslim no. 2733)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang-orang  yang berinfak.&lt;/b&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun  dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun  kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah  ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah,  hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim  meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih  Muslim no. 1010).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang yang  sedang makan sahur.&lt;/b&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya  Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang  sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa  "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari  Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkanoleh Syaikh Al Albani dalam  Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Orang yang sedang menjenguk orang sakit.&lt;/b&gt;  Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya  kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan  bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu  malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin  Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,  "Sanadnya shahih").&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Seseorang  yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.&lt;/b&gt; Rasulullah  SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan  keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.  Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam  lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang  mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi  dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam  Kitab Shahih At Tirmidzi II/343). &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber  Tulisan Oleh: &lt;i&gt;Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang-orang yang Didoakan  Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.dudung.net/"&gt;&lt;i&gt;www.dudung.net&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-6906878842246397601?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/6906878842246397601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/orang-orang-yang-di-doakan-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6906878842246397601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6906878842246397601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/orang-orang-yang-di-doakan-malaikat.html' title='Orang-orang yang di Doakan Malaikat'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1728236788832639256</id><published>2010-03-18T18:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T18:22:32.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Hikmah Tahajud Menurut Science dan Bersihnya Hati</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah SWT yg tlah memberi  sebaik-baik nikmat berupa Iman dan Islam. Shalawat dan doa keselamatan  mari kita limpahkan selalu kpd Nabi Muhammad SAW berserta keluarga dan  para sahabatnya.Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat seseorang menggelar sajadah untuk  menunaikan shalat tahajud, ia berada dlm kondisi layaknya org yg  melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengar lirik lagu  Tombo Ati yg didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama  kelompok musik Kiai Kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat  hati. Sebab shalat sunah yg ditunaikan di keheningan malam itu,  mengantarkan org yg menunaikannya menjadi lebih dekat dgn Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati  yg dekat dgn Tuhannya adalah hati yg damai.Orang yg rindu tahajud  adalah org yg mempunyai kadar keikhlasan lebih.Ia rela untuk  menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pd Sang Khalik. Alquran  memuji mereka dgn menyebutnya sebagai org2 yg menjauhkan lambungnya dr  tempat peraduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahajud diketahui sebagai ibadah yg ditunaikan  pd malam hari, saat setiap org mengistirahatkan tubuhnya dr kelelahan  aktivitas di siang hari. Banyak kalangan menyatakan bahwa idealnya masa  tidur di malam hari adalah 6 hingga 8 jam. Tidur di malam hari akan  memberikan energi baru bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya di  pagi hingga siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemudian muncul sebuah pendapat  lain dr seorang ilmuwan bernama Ray Meddis. Ia menyatakan bahwa masa  tidur yg sempurna hanyalah 3 hingga 4 jam setiap harinya. Seseorang akan  mengalami "deep sleep" sekitar 3 hingga 4 jam saja. Tentu seorang  Muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu untuk memadu cinta dgn  Tuhannya, melalui shalat tahajud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangunlah untuk shalat di  malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau  kurangilah dr seperdua itu sedikit atau lebih dr seperdua itu. Dan  bacalah Alquran dgn perlahan-lahan.” (Al-Muzammil:2-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKTI  ILMU PENGETAHUAN&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Fadhlalla Haeri,  menyatakan bahwa ayat tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk  mencapai keseimbangan. Di sisa masa istirahatnya, 3 jam masa efektif  tidur malam, maka ia pun semestinya bangun untuk menjalankan aktivitas  yg bermanfaat. Bangun di waktu malam adalah salah satu aktivitas yg  memberikan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da menambahkan, pd saat itu energi dlm tubuh  seseorang berada dlm kondisi rendah. Selain itu, medan refleksi juga  begitu bersih. Dalam tradisi India, kondisi seperti itu disebut sebagai  tahap pembentukan kesadaran yg terjadi pd titik energi ke-7 atau Cakra  Mahkota. Dampaknya akan meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran  diri untuk mampu MAMPU MENGENDALIKAN EMOSI NEGATIF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pd saat  seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada  dlm kondisi layaknya org melakukan meditasi dan relaksasi atas kelenjar  pineal. Ini akan MENSPIRITUALKAN INTELEKTUAL sesorang disertai dgn  KEMAMPUAN PERSONAL untuk selalu mendekatkan diri kpd Allah serta  MENJALIN HUBUNGAN HARMONIS DGN SESAMA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, pd saat  matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan memproduksi hormon  melatonin dlm jumlah besar dan mencapai puncaknya pd pukul 02.00 hingga  03.00 dini hari. Hormon inilah yg kemudian menghasilkan turunan asam  amino trytophan dlm jumlah besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda?Tahajud  menjadi SARANA UNTUK MEMPERTAHANKAN DZAT melatonin dlm jumlah yg stabil.  Hormon melatonin akan MEMBENTUK SISTEM KEKEBALAN TUBUH dan MEMBATASI  GERAK PEMICU TUMOR seperti estrogen. Ilmuwan Haeri ini mengungkapkan  bahwa pd masa kanak2 melatonin yg ada di dlm tubuh berjumlah 120  picogram. Namun jumlah tersebut akan semakin menurun pd usia 20-30  tahun. Selain secara alamiah, pengurangan jumlah melatonin di dlm tubuh  juga diakibatkan adanya PENGARUH EKSTERNAL, seperti: TIDUR LARUT, MEDAN  ELEKTROMAGNETIK, dan POLUTAN KIMIA misalnya pestisida, yg pd akhirnya  menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Pada titik  tertentu bahkan menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAFEIN  yg terkandung di dlm kopi, TEH HITAM, dan SODA tertentu juga akan  MENYEBABKAN KEMAMPUAN ANTIOKSIDAN MELATOLIN BERKURANG!. Keadaan ini akan  MEMBAHAYAKAN sel2 tubuh saat seseorang tengah terjaga. Dengan demikian  yg HARUS MENJADI PERHATIAN adalah BUKAN KUANTITAS TIDUR seseorang untuk  memberikan kebugaran pd tubuh, tetapi justru KUALITAS TIDUR. 3 JAM  adalah WAKTU YG CUKUP untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahajud tidak hanya memberikan  pengaruh pd posisi melatonin (DZAT KEKEBALAN TUBUH/ANTIOKSIDAN). Gerakan  ibadah di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh  tertentu pd tubuh. Setidaknya, pd saat berdiri tegak dan mengangkat  takbir secara tidak langsung akan MEMBUAT RONGGA TORAKS DLM PARU2  MEMBESAR. Ini akan menyebabkan BANYAK OKSIGEN MASUK ke dalamnya. Ada  kesegaran yg dirasakan ketika seseorang dapat menghirup udara segar ke  dlm paru-parunya di keheningan malam itu. Pada saat sujud, seluruh berat  dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pd otot tangan, kaki, dada,  perut, leher, dan jari kaki. Proses ini dilakukan berulang-ulang sesuai  jumlah rakaat shalat tahajud yg kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah oksigen  masuk ke dlm paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dgn lancar  karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. Selain itu, dlm  shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan  tahiyat yg menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan,  jari kaki, dan lainnya. Tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah Mengikuti Sunnah2 Rasulullah SAW dlm berwudhu. "Barangsiapa yang  berwudhu, lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan keluar dosa2nya  dari tubuhnya, sampai keluar (dosa2) dari bawah kuku2 jarinya.(H.R  Muslim no. 245)  Lalu "Barang siapa diantara kalian yg berwudhu kemudian  membaguskan wudhunya lalu ia bangkit shalat dua rakaat yg ia hadapkan  hati dan wajahnya (kpd Allah) maka pasti ia akan mendapat syurga dan  diampuni dosa-dosanya (H.R Muslim no. 234).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam  an-Nawawi rahimahullah "Sesungguhnya apa2 yg ia dapatkan dari derajat  (orang2 yg suka berwudhu') adalah ia mampu berjuang membela dirinya dari  kejahatan2 syaitan dan meniadakannya, MENJAGA DIRINYA sampai tdk akan  diganggu oleh syaitan WALAU HANYA sekejap matapun. Dia SELAMAT DARI  SYAITAN dengan usaha perjuangannya (untuk melakukan sunnah2 wudhu) dan  KELAPANGAN BAGI HATINYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sahabat2 MHC yg disayangi Allah,  mulailah belajar untuk senantiasa menjaga wudhu, wudhu yg baik akan  membawa pelakunya senantiasa ingat kpd Allah, dalam segala aktifitasnya  terjaga untuk tdk melakukan perbuatan sia2 atau perbuatan yg merugikan  saudaranya apalagi menzhalimi.Karena senantiasa hatinya merasakn  kesucian.Apabila batal mari untuk berwudhu lagi, dalam konteks tertentu  bisa pula dgn hanya sekali membasuh karena memang dlm keadaan sakit atau  hal tertentu yg melarang terkena air atau karena memang ada suatu hal  yg menyebabkn kita sering batal wudhu.Khasiat wudhu bkn hanya membawa  kesejukan dlm hati akan tetapi kita mendapatkn kemudahan dlm menjaga  kesehatan (amanah) secara mudah.Tidak harus belajar susah2 sekian tahun  untuk belajar wudhu?Betul?Tetapi efeknya sangat luar biasa karena telah  dibuktikan secara medis.Beruntunglah orang2 yg beriman.Alhamdulillah Ya  Rabb, apa yg Engkau limpahkan dan perintahkn kpd kami adalah demi  kebaikan kami, meskipun kami mungkin khilaf dikarenakan tdk mengetahui  hikmah dibalik perintahMu.Maka mari kita cari pembuktian (tabayyun) apa  hikmah2 dibalik perintah Allah yg senantiasa ada dlm AL Qur'an dn  Sunnah.Ingat klo kita enggan mencarinya maka bisa jd menjadi org yg  rugi.Karena dgn kita mengetahui hikmahnya maka itu akan sangat membantu  dlm memantapkn iman kita kpd Allah SWT dn RasulNya.Makanan iman,  ingat?Hehe MHC menyediakannya.InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei sahabat2 semua ada  yg bahaya nih, inget gak klo waktu2 wudhu suka ada perasaan ragu, atau  dll?Itu karena setan spesialis penggangu wudhu!haha emang ada?Ada  spesialisnya dlm bala tentara iblis.Setan spesialis wudhu ini disebut  Nabi SAW dgn “Al-Walahan”, nah ada juga Setan spesialis penggangu  shalat, nah tentang profesi spesialis ini kita bahas nanti ya..hehe  tetap di MHC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA "Rasulullah SAW bersabda:  "Sukakah engkau semua saya tunjukkan pd suatu amalan yg dengannya itu  Allah akan menghapuskan sgala macam kesalahan serta mengangkat pula  dengannya tadi sampai beberapa derajat?" Para sahabat menjawab; "Baik,  ya Rasulullah."Yaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menghadapi  kesukaran-kesukaran banyaknya, melangkahkan kaki untuk pergi ke masjid  serta menantikan shalat setelah selesai shalat yang satunya. Yang  sedemikian itulah yang dinamakan perjuangan." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menyempurnakan  wudhu' sekalipun menghadapi kesukaran, misalnya di saat yang udaranya  dingin sekali, sehingga airnyapun menjadi sangat pula dinginnya.&lt;br /&gt;Dalam  Hadis di atas dijelaskan bahwa senantiasa berthaharah yakni tetap suci  dari hadas besar dan kecil, juga shalat dan segala sesuatu yang  dilakukan ditujukan untuk niat beribadat dan berbakti kepada Tuhan,  adalah sama pahalanya dengan berjihad fi-sabilillah".(Riyadhus Shalihin  -Imam An-Nawawi-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber &lt;a href="http://forumjumat.multiply.com/journal/item/31/DAHSYATNYA_KHASIAT_WUDHU" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;2e3ba15231c2d35799407e60244d9d2b&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://forumjumat.multiply.com/journal/item/31/DAHSYATNYA_KHASIAT_WUDHU&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://rumah-aliya.blogspot.com/2008/05/khasiat-wudhu-sebelum-tidur.html" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;2e3ba15231c2d35799407e60244d9d2b&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://rumah-aliya.blogspot.com/2008/05/khasiat-wudhu-sebelum-tidur.html&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1728236788832639256?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1728236788832639256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/hikmah-tahajud-menurut-science-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1728236788832639256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1728236788832639256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/hikmah-tahajud-menurut-science-dan.html' title='Hikmah Tahajud Menurut Science dan Bersihnya Hati'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1439471306781738819</id><published>2010-03-18T17:59:00.001-07:00</published><updated>2010-03-21T03:33:44.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Falsafah Lima Jari</title><content type='html'>1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.&lt;br /&gt;2.  Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.&lt;br /&gt;3. Ada si jangkung  jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.&lt;br /&gt;4. Ada  jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi  hadiah cincin.&lt;br /&gt;5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta  pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan pasti saling  sentuh jari kelingking?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbedaan positif dan negatif  yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan  (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan,  dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri  dari jempol semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan  baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk  bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling  mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan  membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seharusnya kita bersyukur atas karunia ini, banyak  orang tidak menyadari akan hal ini. sudahkah kita bersyukur atas karunia  ini..?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1439471306781738819?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1439471306781738819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/falsafah-lima-jari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1439471306781738819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1439471306781738819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/falsafah-lima-jari.html' title='Falsafah Lima Jari'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-1877813308090739213</id><published>2010-03-18T16:41:00.003-07:00</published><updated>2010-03-18T18:23:17.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Menjaga Semangat Dakwah</title><content type='html'>Assalamualaikum ustadz,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ane termasuk pndatang baru dalam dunia  dakwah, ilmu ane blum tinggi, tapi ane sudah tahu mengenai tuntutan  dakwah ini ustadz, bahwa setiap muslim adalah wajib untuk bisa  ber-amarma'ruf nahi munkar. Nah bagi orang yg sudah tahu kwjibanya, dan  ia meniggalkannya kan dosa (iya kan?). Nah dari situ timbul masalahnya,  ane tahu bahwa begitu luas medan dakwah dan bgitu terjalnya medan dakwah  serta sulitnya melewati rintangan-rintangan di dalamnya, itu yang  mendorong ane untuk terjun ke dunia dakwah, tapi ane belum punya dasar  yang kuat, hapalan surat sedikit, ilmu fiqih, hadist-hadist banyak yang  tidak tahu, terus ilmu manajemen organisasi juga kurang. Ane takut,  karena tidak bisa menghadapi itu, terus pilihan ane adalah mundur dari  dakwah (jangan sampai terjadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: bagaimana caranya  menjaga semangat dakwah itu? jazakallah ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waone&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumussalam  Wr Wb&lt;br /&gt;Da’wah atau menyeru kepada Allah swt merupakan sebuah  kewajiban berdasarkan firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ادْعُ إِلِى سَبِيلِ  رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي  هِيَ أَحْسَنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan  Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka  dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي  أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Katakanlah:  "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak  (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” (QS. Yusuf : 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya  : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada  kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;  merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Imran : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  da’i didalam melaksanakan kewajiban ini dituntut memiliki pengetahuan  tentang keagamaan yang baik agar da’wahnya tidak jatuh kedalam  kesalahan. Sebagaimana diketahui bahwa amal mengikuti ilmu dan ketika  suatu amal tidak dibangun diatas landasan ilmu maka kerusakan yang  ditimbulkannya akan lebih besar dari manfaat yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu seorang da’i diharuskan memahami pokok-pokok aqidah dan  keislamannya lalu tsaqofah fikriyah sebagai bekal didalam da’wahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh  Mustafa Masyhur menyebutkan bahwa ada tiga tsaqofah fikriyah yang harus  dimiliki seorang da’i :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami islam secara betul dan  menyeluruh yang memungkinkan dia dapat melaksanakan islam dengan  pelaksanakan yang benar terhadap dirinya, dan dengan itu pula dia dapat  menyampaikan islam dengan baik kepada orang lain. Dia mampu melaksanakan  islam dan menyampaikan secara total, murni dan orisinil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para  da’i mesti mengetahui kondisi dan situasi dunia islam dahulu dan  sekarang, mengenal musuh-musuh islam dan mengetahui cara dan  tindak-tanduknya. Dia juga harus mengetahui peristiwa-peristiwa aktual  yang mempengaruhi kondisi kaum muslimin dari dekat atau jauh. Mengetahui  siapakah golongan yang bekerja di bidang da’wah islam, kecenderungan  dan cara-cara mereka, bagamana bentuk kerja sama yang perlu dibuat  bersama-sama dengan mereka, dan persoalan-persoalan lain yang patut  diketahui oleh orang-orang yang aktif dalam gerakan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Para da’i harus menyampaikan untuk memantapkan spesialisasi ilmu yang  berkaitan dengan urusan hidup manusia seperti : ilmu kedokteran, teknik,  pertanian, ekonomi, perusahaan dan lain-lainnya. Oleh akrena itu bagi  seorang kader aqdah ia harus berusaha memperbaiki dan meningkatkan  spesialisasi ilmu yang dimilikinya secara professional agar dia mendapat  tempat dalam masyarakat dan dapat mengisi tempat-tempat kosong pada  saat kita membangun dan menegakkan daulah islamiyah. Patut di sini  disebutkan bahwa sebagian besar ilmu pengetahuan modern sekarang ini  telah dipelopori oleh para cendekiawan muslim zaman dahulu. Karena agama  islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu dan belajar serta dapat  menghubungkan ilmunya dengan al Kholik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya mustahil bagi  seseorang mencapai tingkat kesempurnaan didalam keilmuannya dikarenakan  luasnya ilmu Allah swt. Dengan begitu hendaklah setiap dai menyampaikan  apa-apa yang telah diketahuinya secara baik kepada orang-orang yang  belum mengetahuinya, dan inilah hakekat dari da’wah. Dan dilarang bagi  setiap da’i untuk menyampaikan sesuatu yang belum diketahui ilmunya  secara baik khawatir terjatuh didalam kasalahan berdasarkan keumuman  hadits Rasulullah saw,”Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.”  (HR. Bukhori) Satu ayat yang betul-betul diketahinya secara baik adalah  amanah yang ada di pundaknya untuk disampaikan kepada orang-orang yang  belum mengetahui satu ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun naik atau berkurangnya  semangat didalam sebuah amal islami adalah sesautu yang biasa  sebagaimana keimanan yang memiliki masa-masa naik dan masa-masa turun.  Akan tetapi yang tidak diperbolehkan adalah ketika hilang sama-sekali  semangat untuk beramal islami, sabda Rasulullah saw,”Setiap amal  mempunyai masa semangat (syirroh) dan setiap masa semangat terdapat pula  masa turun semangat (fatroh). Barangsiapa yang masa lemah semangatnya  masih berada pada sunnahku maka ia telah mendapat petunjuk. Dan  barangsiapa yang masa lemah semangatnya berada pada selainnya maka ia  celaka” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal-hal yang bisa digunakan didalam  menjaga semangat berdakwah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengetahui secara baik  akan keutamaan da’wah diantara aktivitas-aktivitas lainnya di sisi Allah  swt, sebagaimana firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا  مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ  الْمُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Siapakah yang lebih baik perkataannya  daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh,  dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?"  (QS. Fushilat : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw,”Seandainya Allah  memberikan hidayah kepada seseorang melalui dirimu maka hal itu lebih  baik bagimu daripada onta merah.” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Menyadari bahwa Allah hanya memerintahkan kepada kita untuk menyampaikan  kepada manusia dan tidak membebankan kita agar mereka semua menerima  da’wah kita karena urusan hati manusia beada didalam genggaman Allah  swt, sebagaimana sabda,”Sesungguhnya hati manusia berada diantara dua  jemari dari jari jemari Yang Maha Pengasih dan Dia lah yang  membolak-balikkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :  “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang  kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang  dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau  menerima petunjuk.” (QS. Al Qoshosh : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah tidak akan  menyia-nyiakan setiap amal da’awiy seseorang meskipun hanya sedikit dari  manusia yang menerima dan menyambut da’wahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaklah  didalam menegakkan kewajiban berda’wah ini tidak sendirian akan tetapi  berada didalam suatu barisan atau jama’ah, bersama orang-orang yang  berjuang menegakkan agama Allah di muka bumi ini sepanjang pagi dan  petang, yang kehidupan mereka betul-betul diberikan untuk kejayaan islam  dan kaum muslimin, orientasi perjuangannnya adalah kebahagian akherat  bukan kenikmatan dunia yang sering kali menipu manusia. Sabda Rasulullah  saw,”Tangan Allah bersama jama’ah.” (HR. at Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  merekalah kita bisa berbagi perasaan suka dan duka didalam lapangan  da’wah yang menjadi bunga-bunganya yang kelak akan kita cium harumnya di  surga Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-1877813308090739213?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/1877813308090739213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/menjaga-semangat-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1877813308090739213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/1877813308090739213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/menjaga-semangat-dakwah.html' title='Menjaga Semangat Dakwah'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-7371065597585270400</id><published>2010-03-18T05:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T18:24:25.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>UNTUKMU WAHAI SAUDARIKU WANITA...</title><content type='html'>AssalamualaikumwarrahmatuLLAhiwabarakatuh..&lt;br /&gt;smg shabat MHC selalu dlm Rahmat, Ridho, dan ampunannya.. amiien.&lt;br /&gt;saya dpt kiriman sebuah catatan tentang wanita.., dan ingin saya share.. semoga bermanfaat ya.. bagi kita semua.. khususnya bagi Muslimah...., selamat menyimak... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita…&lt;br /&gt;Sungguh engkau makhluk mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap Muslim. Maka sungguh kubuat tulisan ini untukmu…karena rasa sayangku padamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita…&lt;br /&gt;Sudahkah engkau faham akan semua ini? Lihatlah rambutmu, para lelaki melihatnya. Mereka terpesona dan timbullah penyakit dalam hati mereka. Lihatlah paha dan betismu, para lelaki memandangnya. Mereka terpana dan langsung dijawab oleh farji-nya. Lihatlah lengkung pinggulmu, para lelaki menyukainya. Mereka enggan melepas pandangan mereka padanya, kecuali setelah nafsunya puas. Perhatikan dadamu, betapa para lelaki menikmati memperhatikannya. Ukhti, perhatikanlah ayat Allah: “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Q.S. Al-Ahzab : 59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita…&lt;br /&gt;Apakah engkau telah menutupi rambutmu itu, paha dan betismu itu, lengkung pinggulmu itu? Alhamdulillah.. Tapi… wajahmu itu, Saudariku . Engkau tidak menjaga wajahmu. Engkau mengobral wajahmu. Engkau tidak menundukkan wajahmu. Engkau membiarkan setiap lelaki menikmati wajahmu itu. Wajahmu itu, di tengah balutan jilbab yang anggun, sungguh berbekas di hati-hati para pria. Sekali memandang, sulit dilupakan. Wajahmu nan cerah itu, membuat niat jadi tak ikhlas lagi. Wajahmu nan manis itu, membuat khayalan-khayalan nista di benak kaum adam. Wajahmu nan molek itu, membuatkanmu terekam selalu di memori, selalu teringat, sampai-sampai tak ingat kepada Al Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita...&lt;br /&gt;Sulit bagi para lelaki mengamalkan hadits Nabi “Wahai Ali! Janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya.” (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak) Sedangkan engkau tak menjaga wajahmu. Engkau tak menundukkan wajahmu. Kaum lelaki pun menjadi tak puas hanya pandangan pertama, bahkan mereka mengikuti nafsunya untuk memandang lagi, lagi, dan lagi. Padahal Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah bicara, zina tangan adalah memegang, dan zina kaki adalah melangkah.” (Muttafaq ‘alaih dengan lafazh Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita…&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin para lelaki dapat menjaga pandangan mereka terhadapmu, sedangkan engkau menampakkan wajahmu di mana-mana. Di TV, engkau jadi pemain sinetron, engkau jadi pembawa berita, engkau jadi pembawa acara. Di kampus, engkau berorasi di hadapan para lelaki, engkau turun ke jalan raya beramai-ramai, engkau lewati kerumunan laki-laki. Engkau duduk ditengah kerumunan laki-laki, engkau duduk di forum bersama laki-laki, engkau bercanda-ria dan tertawa bersama mereka. Maka bagaimana para lelaki dapat denjaga pandangan darimu? Padahal jelas perintah Allah: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” [Q.S. An-Nur: 30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita..&lt;br /&gt;Mengapa engkau sering meremehkan hal ini? Apakah engkau merasa tegar dan kuat? Apakah engkau merasa sudah cukup beriman dan bertaqwa? Apakah engkau merasa sudah cukup shalihah? Sehingga engkau merasa bisa tegar menghadapi fitnah syahwat diantara manusia? SUBHANALLH!!&lt;br /&gt;Perhatikanlah Fudhail bin Iyadh rahimahullah, seorang ‘alim, seorang shalih, ahli ilmu dan ibadah, 40 tahun tak pernah ia telat untuk mendapat shaf pertama dalam shalat, namun ia mengatakan “Sungguh yang yang paling aku takutkan adalah fitnah wanita”. Sungguh beliau sangat memahami sabda Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita” (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita…&lt;br /&gt;Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya untuk saudari-saudarimu sesama muslimah, yang tidak akan timbul fitnah diantara mereka karenanya. Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya untuk suamimu tercinta saja? Suami yang telah Allah ‘Azza Wa Jalla halalkan bagimu untuk memilikimu seutuhnya. Yang ia lebih berhak atas kecantikan dan keindahan tubuhmu. Yang ia pun tak akan rela lelaki lain menikmati memandangi wajah istrinya. Cukupkanlah ia untuk orang-orang yang Allah ‘Azza Wa Jalla perbolehkan atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku…Wanita…&lt;br /&gt;Berhijablah, tundukkanlah, sembunyilah dibalik tabir, malulah. Jangan berikan kerelaan atas sepasang mata lelaki yang memandang wajahmu. Jangan biarkan semakin mengganasnya penyakit hati mereka. Janganlah engkau menjadi salah satu dari golongan wanita penyebab fitnah diantara kaum pria. JANGAN , SAUDARIKU! jagalah wajahmu. “Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka (para lelaki)” [Q.S. Al-ahzab : 53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"salam'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-7371065597585270400?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/7371065597585270400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/untukmu-wahai-saudariku-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7371065597585270400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7371065597585270400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/untukmu-wahai-saudariku-wanita.html' title='UNTUKMU WAHAI SAUDARIKU WANITA...'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-6875883202429972128</id><published>2010-03-14T07:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T18:26:17.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info.ku'/><title type='text'>Reyhan Computer</title><content type='html'>Tokoku yang Pertama khusus melayani :&lt;br /&gt;Penjualan Asesories Komputer, Service HP, Netbook/Laptop, Program, Networking, Cetak Digital, dll&lt;br /&gt;Toko dengan Harga dibawah harga BEC...dijamin..&lt;br /&gt;Alamatnya : Perumahan Rancaekek Permai Blok C2 No. 24 Telp. (022) 7797034 Rancaekek Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-6875883202429972128?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/6875883202429972128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/reyhan-computer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6875883202429972128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6875883202429972128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/reyhan-computer.html' title='Reyhan Computer'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-7359650252924242333</id><published>2010-03-14T07:11:00.001-07:00</published><updated>2011-05-04T01:45:14.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info.ku'/><title type='text'>Rabbani Computer</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-I4O0L3fRgmk/TcER8dJQcVI/AAAAAAAAAFg/equGNfrAknY/s1600/logo.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="124" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-I4O0L3fRgmk/TcER8dJQcVI/AAAAAAAAAFg/equGNfrAknY/s320/logo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoku yang ke-dua khusus melayani :&lt;br /&gt;Penjualan Asesories Komputer, Service HP, Service Printer, Netbook/Laptop, Program, Networking, Cetak Digital, dll&lt;br /&gt;Toko dengan Harga dibawah harga BEC...dijamin..&lt;br /&gt;Alamatnya : Jl. Polyfin No.4 Rancaekek Bandung&lt;br /&gt;Telp : 022-93369407 dan 085222898388&lt;br /&gt;Jalan yang mau ke Perumahan Abdi Negara...dekat Pool Primajasa..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-7359650252924242333?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/7359650252924242333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/rabbani-computer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7359650252924242333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/7359650252924242333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/rabbani-computer.html' title='Rabbani Computer'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-I4O0L3fRgmk/TcER8dJQcVI/AAAAAAAAAFg/equGNfrAknY/s72-c/logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780995370931633918.post-6017016794275019672</id><published>2010-03-14T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T05:37:52.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jika kau ingin menemuiku...</title><content type='html'>“Jika kau ingin menemuiku, carilah aku di tengah-tengah orang miskin,” kata Nabi Muhammad SAW. Dan beliau wafat dengan meninggalkan utang gadai baju besi kepada seorang yahudi.&lt;br /&gt;Wasiat Rasulullah itulah yang membuat Shalahuddin Al Ayyubi memilih miskin hingga akhir hayat. Pada 1193, Sang Penakluk Aqsha (1192), meninggal dunia.&lt;br /&gt;Ketika peti harta warisan Shalahuddin dibuka, isinya nyaris kosong. Bahkan sekadar untuk biaya pemakamannya pun tak cukup. Gaji, bagian ghanimah maupun fa’i yang diterima Jendral Shalahuddin semasa hidupnya, habis dibagikan kepada kaum dhuafa.&lt;br /&gt;Demikianlah, Sholahuddin Al Ayyubi adalah Orang Kaya yang Kaya. Seperti dikatakan Rasulullah berkata: Bukanlah orang kaya itu yang banyak harta-benda, tapi sejatinya orang kaya adalah yang kaya jiwanya (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;Orang kaya macam Shalahuddin Al Ayyubi “tidak punya waktu” untuk menikmati kekayaan harta-bendanya sendiri. Dia kaya untuk miskin. Kaum dhuafa lah yang menikmati kekayaan beliau.&lt;br /&gt;Sesuai kata Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik kekayaan adalah di tangan Muslim yang dermawan. Yakni, kata Abu Ishaq as Sabi’i dalam Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, yang memandang keluasan harta benda sebagai penolong agama.&lt;br /&gt;Orang berjiwa kaya seperti Shalahuddin Al Ayyubi, bahkan bisa disebut sebagai “egois” bila tidak berusaha mencari harta sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Kok?&lt;br /&gt;Seandainya kita mau memikirkan kepentingan keluarga lainnya, baik keluarga sedarah maupun keluarga seiman yang dhuafa dan membutuhkan bantuan finansial, maka kita tidak akan pernah merasa cukup meskipun penghasilan kita Rp 1 Milyar perbulan!&lt;br /&gt;Penghasilan Rp 5 juta atau 10 juta perbulan, mungkin cukup untuk makan kita dan keluarga, pendidikan anak, cicilan rumah, mobil, zakat/infaq dan sedikit tabungan.&lt;br /&gt;Cukup memang jika kita hanya memikirkan diri dan keluarga kita saja. Tapi kita harus berusaha mendapatkan lebih banyak lagi, karena terlalu banyak umat Islam yang harus dibantu secara finansial. Maka, sebanyak-banyaknya uang harus kita hasilkan, dan sebanyak-banyaknya orang harus menikmati manfaat dari yang kita hasilkan.&lt;br /&gt;Tapi hati-hati, jangan sebaliknya malah menjadi Orang Kaya yang Miskin. Yang sudah diberi kelebihan materi, namun tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa kurang. Bagaikan meminum air laut. Itulah yang menyebabkannya miskin.&lt;br /&gt;Memang, setiap manusia berpotensi untuk kemaruk harta. “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan” (QS Al-Fajr: 20).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun telah memperingatkan: “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang dipenuhi harta kekayaan, dia pasti menginginkan lembah yang ketiga” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).&lt;br /&gt;Selanjutnya, kerakusan biasanya berjalin-kelindan dengan kebakhilan. “Dan sungguh dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” (QS. Al-Adiyat: 8). Dia sewa sepasukan bodyguard untuk melindunginya dari sentuhan kaum dhuafa. Belum cukup setengah lusin satpam yang bertugas 2 shift siang-malam menjaga rumahnya, dia bangun pagar rumah senilai milyaran rupiah.&lt;br /&gt;Kerakusan secara manusiawi bahkan mengikuti laju usianya. Seperti diingatkan Nabi, “Hati orang tua yang telah lanjut usia cenderung pada dua hal, yaitu umur panjang dan banyak harta” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;Orang yang kaya-rakus-bakhil, sejatinya dia orang miskin. Dia dengan segenap kekayaannya tidaklah menakutkan, tapi menyedihkan. Karena sejatinya dia tidak lebih mulia ketimbang binatang. Bahkan lebih nista lagi.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadikan pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat jalannya (dari binatang)” (QS. Al Furqan: 43-44).&lt;br /&gt;Orang Kaya yang Miskin, tidak menyadari bahwa dia diciptakan lebih mulia dari setan. Dia justru takluk pada setan yang “… menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan” (QS. Al- Baqarah: 268).&lt;br /&gt;Naudzubillahi mindzalik!&lt;br /&gt;Sumber: Dialog Jum’at Tabloid Republika - 29 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780995370931633918-6017016794275019672?l=usupsupendi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://usupsupendi.blogspot.com/feeds/6017016794275019672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/test.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6017016794275019672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780995370931633918/posts/default/6017016794275019672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://usupsupendi.blogspot.com/2010/03/test.html' title='Jika kau ingin menemuiku...'/><author><name>Usup Supendi, S.Si, M.Kom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12306348838126145164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iZ2zRI4bVQU/S5xP30b-ktI/AAAAAAAAAAM/S2xVcpKTDlg/S220/AkuLagiWisuda.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
